“Mari Bicara Masa Depan” Catatan Pertemuan Presidium Nasional Setelah Berita Pemecatan

0

“Apa khabar antum semua” kata bang Fahri dengan senyumnya yang khas. Ia kelihatan lelah, setelah sehari sebelumnya menghadiri acara di Palembang.

“Alhamdulillah bang” jawab kami dengan senyum yang mengembang. Sesungguhnya kami rindu sekali dengan dirinya. Ia tegar seperti karang. Tapi tak angkuh karena kekuasaan. Di usianya yang menginjak 45, kematangannya terlihat memesona.

Ini pertemuan perdana Presidium Nasional Alumni KAMMI setelah serangkaian berita besar tentang berita pemecatan dirinya. Kami saling berkomunikasi lewat WA saat berita pemecatan itu disampaikan. Dan alhamdulillah, rencana pertemuan yang kami susun akhirnya terealisasi.

Kami duduk di ruangan Rumah Makan khas padang pasir itu. Beberapa tamu lalu lalang. Kawanku Amang yang mencari dan membooking tempat ini. Enak katanya. Kami saling bertanya tentang beberapa hal terkait PKS dan Keluarga Alumni KAMMI sambil menunggu makanan tiba.

“Partai dakwah ini harus diberi masukan. Ada rekayasa konstruktif yang dibangun. Ada sistem yang harus diperbaiki. Ada anasir asing yang mengganggu kita. Tapi kita harus bersabar. Kita akan carikan solusinya. Yang tak kalah penting, harus ada kepastian bahwa regenerasi kepemimpinan itu terjadi” kata bang Fahri tak lama.

“Saya melakukan ini semua tanpa ada benci. Saya memohon ampun pada Allah atas lintasan benci yang mungkin saja hinggap di hati yang alpa. Tapi saya kuatkan diri untuk memastikan itu tak terjadi”

“Benar bang. Alumni KAMMI biarlah menjadi wadah persemaian. Mari kita besarkan alumni. Tingkatkan kapasitas kita. Semoga Allah memberi takdir kepemimpinan bangsa ini pada kita” timpal yang lain

“Benar. Alumni KAMMI jangan terlibat terlalu jauh. Biarlah saya dan tim saya menghadapi masalah ini. Semua sudah dipikirkan dengan matang. Yang penting, silaturahim kita terus berjalan. Ikatan persaudaraan kita diikat oleh Allah. Tidak boleh ada manusia yang memutuskan ikatan ini” kata Bang Fahri

“Kami berdo’a semoga Allah menjadikan bang Fahri pemimpin masa depan. Indonesia butuh pemimpin tegas dan punya karakter seperti Bang Fahri Hamzah” kata salah satu dari anggota Presidium Alumni KAMMI.

“Hehe ada-ada saja. Tapi benar. Marilah kita bicara tentang masa depan. Jangan tengok ke belakang”.

Malam begitu larut. Tapi kami menikmati sekali suasana malam itu.

Izinkalah kami mengatakan; “Kami saling mencintai karena Allah”.

 

Tebet, 6 April 2016

Tuliskan komentar Anda..