Perjalananku Bersama Dakwah

5

by @Fahrihamzah

Aku ingin menulis kisah ini. Kisahku #BersamaDakwah, Aku ingin mengantarkan tidurmu.

PERTAMA: PERKENALAN YANG MENGESANKAN.

1. Bagi yang belum mengenali ku bersama derap Jamaah Tarbiyah. inilah catatan kecil yang ringkas.

2. Bagi yang awam tarbiyah itu artinya pendidikan atau pembinaan. Jamaah itu artinya organisasi.

3. Organisasi (jamaah) ini marak tahun 1990-an. sebagai alternatif dari kehidupan kampus yang terkekang negara melalui NKK/BKK.

4. Aku terbina sejak demokrasi belum ada, aku di-tarbiyah sejak negara intel ada di mana-mana.

5. Tahun 90 aku kuliah di Universitas Mataram ketika ekspansi tarbiyah ke Lombok datang dan para utusan itu mempesona ku.

6. Aku ingin mengetahui lebih jauh dan mengenal mereka lebih dekat. Aku ingin bersama dakwah mereka.

7. Maka tahun 1992 aku ikut UMPTN dan diterima di Fakultas Ekonomi UI. ini adalah kampus ilmu sosial yg bergengsi.

8. Alhamdulillah, di sini juga aku bertemu dengan teman2 tarbiyah. Memulai menempatkan diri dalam jamaah.

9. Tarbiyah adalah kesimpulan ku dalam pencarian sebagai aktivis setelah menyelam dalam banyak gerakan mahasiswa.

10. Tarbiyah lebih natural, lebih rasional dan tidak punya tendensi sempit. Islam digambarkan lebih luas dan sempurna.

11. Dalam perjalalanku, aku membaca kisah perjuangan Hasan Al Banna dan para ikhwan yang ikhlas setia.

12. Aku terinspirasi perjuangan Ikhwan, cahayanya memancar ke qalbuku dan membasuh sukma yang membara.

13. Dengan ukhuwah dan cinta, amarahku tentang keadaan dipadamkan, dan berjalan seiring membangun jamaah.

14. Disini aku menjadi tahu bahwa perbaikan juga mesti dimulai dari diri sendiri. ibda’ bi nafsika.

15. Perbaikan mestilah mengikuti tahapan2 yang memudahkan perubahan menjadi kenyataan.

16. Memulai dari diri. Lalu keluarga. Lalu masyarakat dan kemudian negara. Maka dunia yg baik akan tercipta.

17. Inilah ikhtiar manusia untuk mencipta perbaikan. Karena hanya itu kepentingan kita.

18. Aku menikmati semua pemikir perubahan di timur dan di barat.

19. Tapi waktu itu buku kiri banyak dilarang. Kampus FEUI tempatku dituduh kapitalis. Aku mencoba ke kanan.

20. Buku dan pemikir Islam lagi Trends dan pemikir Lokal tidak kalah dominan.

KEDUA: POLITIK KAMPUS SAMPAI ORDE BARU JATUH.

21. pada pertengahan 90-an gerakan Tarbiyah di kampus kami mulai berpolitik.

22. Mahasiswa harus belajar mengelola sumberdaya publik. Setingkat kampus.

23. Suatu hari sumberdaya muda akan jadi tua juga. Mereka harus berpengalaman menjadi pemimpin.

24. Orde Baru memang belum kondusif tapi politik kampus adalah eksperimen yg cukup aman.

25. Aman karena ada saja yg simpati pada kebebasan akademik.

26. Dekan FEUI Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti yg paling berkesan dalam diriku pribadi.

27. Dia menjamin kebebasan kami berpikir. Dia melindungi kegiatan mahasiswa.

28. Dalam masa itu teman2 memberiku amanah, aku memimpin organisasi kampus, aku maju dan aku mundur.

29. Aku pernah memimpin Forum Studi Islam FEUI sampai mendapat pengakuan formal dari dekanat tahun 1994.

30. Aku juga aktif di SMUI, KORAN KAMPUS, DLL, kami terus berlatih mengasah taji, mengasah nurani.

31. Jangan kira ini semua tanpa resiko.. jangan kira ini semua jalan lapang bertebar bunga..

32. Lalu 1998, aku bersama teman2 mendorong proses reformasi dan rezim Orde Baru runtuh.

33. Ini link Deklarasi Malang (Deklarasi KAMMI -red) yang terkenal di kalangan aktivis gerakan.

34. lalu setelah orde baru tumbang aku diundang presiden Habibie menjadi anggota MPR periode transisi.

35. Kawan2 setuju dan memulai mendirikan mimbar dakwah di gedung parlemen.

36. Aku ikut Sidang Istimewa MPR sembari kami mempersiapkan sebuah partai sebagai sarana perjuangan selanjutnya.

KETIGA: MENDIRIKAN PARTAI POLITIK DAN MELALUI UJIAN BERAT.

37. Aku menjadi deklarator. PK, Partai Keadilan lahir. Sebuah keberanian orang-orang yang tidak punya apa-apa.

38. Sebuah partai lahir tanpa sponsor dan donatur… kecuali oleh ide dan cita-citanya… membangun harapan…

39. Keberanian anak-anak muda ini adalah keikhlasan.. inilah pilihan yang akan memeta perubahan ..

40. Kami mendirikan partai dari nol.. tanpa uang tanpa nama besar.. kami diyakinkan oleh cita-cita dan pikiran.

41. Pemilu 1999 PK hanya dapat 7 kursi DPR pusat. Ganti nama tahun 2004 PKS peroleh 45, dan 2009 menjadi 57 kursi DPR.

42. Awal 2013 PKS diguncang gempa. Presiden PKS ditangkap KPK. Setahun jelang pemilu tiba.

43. Aku di Manila, konferensi GOPAC (Global Parliamentarians Against Corruption) yg sekarang dipimpin pak @fadlizon.

44. Aku ditelpon untuk kembali segera, situasi darurat dan @anismatta dilantik sebagai presiden partai.

45. Aku tiba di Jakarta persis saat @anismatta berpidato yang menggerakkan jiwa kader untuk menangis.

46. Barangkali ada yg mau melihat lagi:

47. Dan aku disuruh menjadi salah satu juru bicara. barangkali ada yg lupa video ini:

48. Juga disuruh melawan dengan caraku sekuat tenaga:

49. Aku marah mewakili kemarahan kader yang kecewa dengan KPK :

50. Tapi kami dibangkitkan dan penuh optimisme oleh harapan :

51. Dan kami buktikan bahwa PKS tidak hilang. Pemilu 2014 PKS bertahan bahkan suara bertambah.

52. Aku bersyukur bahwa dari kenaikan suara PKS pada masa sulit ini justru 30% lebih didapatkan dari dapil ku di NTB.

53. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke pilpres. Kami mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

54. Meski kami gagal mengantarkan mereka menuju Istana tapi kami telah buktikan bahwa kami bekerja keras.

KEEMPAT: MEMBANGUN KOALISI DAN MEMIMPIN LEGISLATIF.

55. Dan koalisi terbentuk, KMP koalisi merah putih yang mendominasi kepemimpinan lembaga legislatif.

56. Dalam dinamika itu Aku diamanahkan menjadi Wakil Ketua DPR dan juga menjadi sekretaris harian KMP.

57. Sebagai pimpinan DPR saya mencoba menata kelembagaan karena parlemen adalah masa depan demokrasi.

58. Lalu di PKS mengalami transformasi. Alhamdulillah kepemimpinan baru terpilih.

59. Wajah baru memenuhi kepengurusan. Aku berharap semoga ini semua pertanda kemajuan.

60. Meski aku tak ada dalam kepengurusan aku tetap optimis akan perubahan.

61. Kini tugasku di PKS setelah 17 tahun menjadi pengurus (DPP) hanya menjadi anggota fraksi.

62. Tapi aku juga tetap menjadi anggota dalam usroh pembinaan.

63. Aku sabar menjalankannya dengan amanah bersama koalisi sebagai pimpinan DPR.

64. Tentu perjalanan masih panjang. Semoga Allah terus memberikan petunjuk dan harapan.

65. Hingga kita sampai tujuan dan kembali kepada-Nya tentang jiwa yang tenang.

KELIMA: UJIAN NIAT DAN KEIKHLASAN.

66. Memang ada orang luar yang ingin memisahkan saya dengan partai. Tapi mereka akan gagal.

67. Cinta dan kasih sayang sebagai berkah dalam barisan ini sungguh tak terbilang.

68. Manis dan pahit selalu BISA DITELAN karena kita bersama dengan penuh kesabaran. Dialog telah membuat kita matang.

69. Tapi jika dipaksakan. Mungkin secara formal mereka bisa memisahkan ku dari perjalanan panjang ini.

70. Tapi mereka akan gagal menghapus cinta dan persaudaraan yang sudah terpatri dalam ingatan.

71. Mereka akan gagal membatalkan apa yang sudah menjadi sejarah dan kenangan.

72. Untuk memperjuangkan apa yang telah kita simpan dalam kenangan aku akan berusaha bertahan.

73. Mungkin mereka bisa membuatku hancur lebur tetapi aku takkan menyerah. #BersamaDakwah

74. Hampir seperempat abad bersama jamaah kita mengajak semua orang menjadi pendukung dakwah.

75. Tiba-tiba sekarang ada gerakan agar aku hendak disingkirkan tanpa alasan. Banyak yg merasa terganggu.

76. Tapi, yakinlah… bahwa ada tangan Allah. Yadulloh ma’al jama’ah ada keberkahan.

77. Jika ada kezaliman pasti ia bukanlah jejak tangan Allah. Dan mereka akan hancur berantakan.

78. Partai ini adalah jamaah keikhlasan. Yang asli akan bertahan dan yang palsu akan terbakar jadi debu.

79. Lerai airmatamu ya Ikhwan.. gumankan doa untukku dan untuk kebaikan kita semua..

80. Maafkan aku karena berkata apa adanya. Inilah aku yang dulu ya saudaraku. Aku tidak bisa berubah warna.

81. Akan aku jalankan apa saja yang diminta partai. Dan aku telah buktikan. Aku mengambil resiko terjauh.

82. Aku mohon kesabaran atas kisahku yg terpaksa aku sampaikan.

83. Dengan harapan agar aku didoakan. Semoga Allah mendengar doa dan rintihan kita yang lemah ini.

84. Kita ini jamaah manusia. Penuh alpa dan kesalahan. Semoga Allah memaafkan. Amin.

85. Demikianlah sekelumit kisahku. Semoga Allah menjaga ku dan kita semua dalam ke-ikhlasan.

86. Amiin. Sekian. #BersamaDakwah

 

5 Comments

  1. Dalil untuk hal ini adalah sebuahg hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari bahwasanya ada seseorang yang berperang bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Dengan berani menghadapi musuh, menumpas setiap musuh yang berada di hadapannya, kemudian orang terkagum-kagum dengan kepahlawanannya, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Sungguh ia termasuk penghuni neraka.” [2]

    Naudzu billah, seorang yang pemberani ini masuk neraka? Selanjutnya hal itu menjadikan para sahabat penasaran dan bertanya-tanya, mereka sangat khawatir, bagaimana ia termasuk penghuni neraka?

    Kemudian seseorang berkata, “Demi Allah, aku akan mengikuti jejaknya dan mengawasinya, agar aku menyaksikan bagaimana akhir kehidupan orang ini?” Ia mendekatinya dan di tengah berkecamuknya peperangan lelaki itu terkena panah dan kalut, ia mengambil pedangnya lalu menempatkannya di dada, ia bersandar di atas pedangnya sampai pedang itu keluar menembus punggungnya, ia melakukan bunuh diri karena kalut (putus asa), kemudia ia menghadap Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasulullah,” beliau bertanyam “Kenapa?” Orang itu menjawab, “Sungguh ia termasuk penghuni neraka karena ia melakukan begini, begitu.”

    Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya orang tu benar-benar sedang mengamalkan amalan ahli surga menurut kaca mata manusia.” Segala puji bagi Allah yang telah membuat batasan ini, orang itu mengerjakan suatu amalan yang menurut kacamata manusia adalah baik, sedangkan ia termasuk ahli neraka, manusia mengira shalih, tetapi dalam hatinya terdapat kerusakan, dan akhirnya termasuk ahli neraka

  2. Juniah Sulistyati on

    Subhanallah…maju terus bung Fahri. Tetap amanah dan isriqomah. Jangan takut dengan orang yang suka mencela. Jama’ah ini butuh orang yang kuat dan ‘berani’ berargumen apa adanya. Disamping potensi2 yang lain. Berjama’ah bukan berarti hrs ‘seragam’ dlm hal tutur kata dan tindak tanduk. Sebagaimana Risulullah memiliki sahabat dg karakter dan potensi yg berbeda2…namun semuanya kompak utk satu tujuan. Menegakkan kalimat Allah di bumi. Dan merekalah contoh generasi terbaik yg pernah ada di bumi…..barakallah

  3. Saudara hamzah bersabarlah bersabarlah kami semua mendoakan anda smg tetap bersama dakwah.yang benar itu hanya Allah dan Rasulnya.ingat Rasul marah kalau islam yang rergangu kalau pribadinya dia tidak marah sabar sabar sabar.

  4. Endin Rosidin on

    Jalan kesurga itu penuh liku dan mendaki itulah perjuangan ,surga itu mahal hanya orang2 yg sabar dan ikhlas yg pantas mendapatkannya.

Tuliskan komentar Anda..