Lee Kuan Yew di Mata Anis Matta

0

Oleh Anis Matta*

Saya mengucapkan turut berduka atas berpulangnya mantan PM Singapura Lee Kuan Yew hari ini (23/3/2015)..

Transformasi Singapura dari third world menjadi first world dilandasi oleh pilihan strategi ekonomi, jasa keuangan dan hubungan kawasan..

Belakangan Lee bicara tentang inovasi dan kreativitas.. Kita lihat banyak obyek wisata buatan manusia.. Itu hasil inovasi..

Lee adalah bapak bangsa Singapura.. Pendiri sekaligus peletak pondasi kokoh negara makmur dan modern..

Lee dengan sadar memilih gerakan disiplin nasional agar bangsa Singapura segera maju dan modern..

Lee dikritik Barat atas hukuman cambuk dan sikap otoriternya.. Ia bergeming.. Ia yakin pilihannya tepat untuk bangsanya..

Lee adalah tokoh yg pengaruhnya melintasi batas negara.. Dia bukan saja tokoh Singapura, melainkan juga tokoh Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia..

Lee adalah contoh pemimpin yang lahir dari situasi Perang Dingin, pasca-PD II..

Lee membangun kapitalisme Asia: kapitalisme tanpa demokrasi liberal..

Menjabat PM pd 1959 dan turun pd 1990 utk menyiapkan regenerasi kepemimpinan nasional Singapura..

Ini pelajaran penting tentang transisi pemerintahan..

Lee percaya stabilitas adalah kunci kemakmuran.. Dia membayar harga utk pilihannya itu.. Dia dicap diktator..

Itulah tugas pemimpin.. Mengambil keputusan – keputusan besar dan mempertanggung jawabkannya..

Dia tidak serta-merta melanjutkan kekuasaan kepada keluarganya.. Tetapi memilih Goh Chok Tong sebagai jembatan transisi..

Transisi berdasar pada meritokrasi itulah yang membuat orang menganggap naiknya Lee Hsien Loong niscaya & positif.. Ini kunci stabilitas..

Lee pernah mengatakan ia tak terlalu peduli poling opini atau popularitas.. Pemimpin yang mengkhawatirkan itu adalah pemimpin yang lemah..

Sebagian menyebut Lee benevolent authoritarian. Lee adalah contoh pemimpin khas, menghadapi situasi tertentu, tidak bisa digeneralisasi..

Terlepas dari polemik otoriter atau tidak, Lee telah mengantarkan Singapura menjadi bangsa bermartabat di dunia..

Lee punya visi.. punya roadmap.. dan beliau menjalaninya dengan tekun dan konsisten..

Kita selalu respek kepada pemimpin – pemimpin besar yang telah mengabdikan seluruh hidup mereka untuk cita – cita besar yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang..

Bahkan bagi beberapa generasi.. Terlepas apapun agama atau ideologi mereka..

Tokoh besar Asia Tenggara itu sudah berpulang.. Warisannya adalah Singapura yg maju secara ekonomi..

Selamat jalan, Lee Kuan Yew..

*dari twit @anismatta (23/3/2015)

Tuliskan komentar Anda..