“Jika Ada yang Melukaiku Pagi Ini, ialah Tuduhan bahwa Aku Tidak Mengerti Partaiku”

6

 

Jika ada yang melukai ku pagi ini, ialah tuduhan bahwa aku tidak mengerti partaiku..

Anak-anak muda yang datang kemudian diracuni oleh kronologi yang dikarang tanpa fakta dan alat bukti..

Digambarkan kesalahanku seolah aku punya dosa besar yang tidak bisa diampuni..

Dosa yang tidak bisa diampuni seharusnya adalah kesalahan yang bisa dipidana atau pelanggaran etika berat..

Tapi, tidak ada pelanggaran apa-apa.. ini hanya kehendak pencari cara mengusir aku dari rumahku sendiri..

Sejak semula permintaan Ketua Majelis Syuro atau KMS adalah permintaan pribadi..

Beliau juga minta aku merahasiakan percakapan kami pribadi..

Kalau bukan permintaan pribadi tentu akan melalui jalur struktural..

Jangan lupa PKS adalah partai kader dan tidak bisa sesuatu terjadi tiba-tiba..

Semua kader direkrut dari bawah. Ditanam, disemai, diberi pupuk dan dijaga bagai pohon.. Sampai ia rindang dan berbuah..

Dan penjagaan dilakukan secara kolektif dalam kultur partai dan jama’ah yang solid..

Bahkan yang dijaga bukan hanya kader tapi anak dan keluarganya..

Jadi aku bukan orang baru bersama PKS. Perjalanan sudah terlalu jauh..

25 tahun yang lalu aku ikut ta’lim pertama di Mataram.. Dalam gelap gulita keluasan negara orba..

Lalu aku hijrah ke jakarta.. Ikut tarbiyah melintasi masa paling berharga dalam hidupku..

Menjadi aktifis masjid, aktifis mahasiswa, ketua umum #KAMMI pertama dan deklarator PK (Partai Keadilan)..

Ini kisah panjang bersama PKS yang kami sebut juga Bersama Dakwah..

Maka bagaimana secara struktural membaca seorang kader yang telah berjalan lama bersamaPKS ?

Tentu perjalanan panjangnya harus diperiksa.. Recordnya ada terekam dalam sejarah kaderisasinya.

Alhamdulillah, 25 tahun aku bersama halaqoh dan usroh.. Berganti grup dan tim kerja.. Tidak ada masalah..

Alhamdulillah, 12 tahun lebih menjadi pejabat publik rakyat Indonesia menerima dan terus diberi Amanah..

Aku tidak punya masalah kalau dibaca dari bawah dan dari kinerja, Alhamdulillah..

Lalu dalam percakapan dengan KMS, aku bertanya “apa salah saya ya Ustadz?”..

Menarik bahwa beliau bilang, “Antum (Anda) tidak ada salah dan Antum salah seorang kader terbaik…”

Kalau diakui kader terbaik lalu kenapa dipecat dari seluruh tingkat keanggotaan?

Ini pasti salah dan pasti tidak pakai nalar dan logika. Ini nafsu angkara murka..

Itulah sebabnya pemecatan ini salah semua motif, prosedur dan tujuannya..

Tidak lebih dari 10-an orang terlibat merekayasa seolah ada masalah..

Perbedaan pendapat dengan KMS didelik sebagai pelanggaran paling berat sedunia..

Kader, struktur dan elemen pembinaan tidak ditanya lagi. Pokoknya pecat dan halalkan segala cara..

Setelah dipecat lalu dikarang logika. Dibocorkan dan Diumbar bak cerita di media massa..

Sekitar Sabtu, (2/4) lalu, aku diburu wartawan. Kepadaku diperlihatkan bocoran dokumen pemecatanku..

Tentu aku menghindar. Karena aku sedang menjaga tidak bicara itu lagi..

Aku janji menjaga ketenangan meski beberapa pekan sebelumnya sudah terdengar kabar berita..

Aku jawab singkat, “no comment atau gak tahu”..

Tapi sehari setelah itu semakin santer dan ramai dan beberapa stasiun TV mulai mengangkatnya..

Memang aku tidak paham karena surat yang bocor itu aku belum pernah terima..

Akhirnya Presiden partai bicara dan mengakui surat yang bocor itu. Sekitar Ahad (3/4 )sore..

Ketika aku dikonfirmasi, aku masih gak mau bicara. Karena ini tidak biasa..

Setahuku, pemecatan kader ahli itu peristiwa luar biasa. Karena itu langka..

Karena seseorang bisa sampai ke jajaran pimpinan tentu tidak mudah..

Setelah proses pengadilan yang hati-hati (dalam kasus ini sangat ceroboh) baru ada keputusan bertahap..

Itu tidak terjadi pada kasusku. Maka setelah dua kali ikut sidang, aku putuskan untuk klarifikasi..

Tapi mereka tutup mata. Jalan terus tanpa kejelasan ada apa..

Kalau sudah dipecat, harusnya ada fase sosialisasi. Paling tidak bicara dengan grup usroh ku (pembinaan)..

Surat dikirim ke struktur di atas aku. Usroh, DDP DPW, dll..

Dalam kasus pemecatan Yusuf Supendi, rumah yang bersangkutan didatangi para pengurus..

Lalu surat disampaikan dan dibacakan. Lalu berpisah baik-baik sebagai saudara..

Ini adalah adab dan etika, sebab partai tidak sedang menjalankan ambisi atau dendam pribadi belaka..

Tapi kepada aku, Ahad (3/4) malam, di masjid dekat rumah, aku duduk setelah jama’ah Isya..

Seseorang yang aku kenal bernama Abdullah datang menghampiri dengan gugup..

Dia terlambat ikuti jama’ah Isya. Dan dia bilang datang membawa surat Sekretariat DPP..

Aku suruh dia sholat dulu dan bilang aku tunggu di rumah..

Mas Abdullah adalah OB (Office Boy dan kurir) kantor DPP PKS..

Datanglah dia ke rumah dan menyerahkan surat dalam amplop putih yang cerah..

Aku tanya kenapa malam-malam? Dia bilang tidak tahu, ini perintah agar surat sampai segera..

Entah apa yang terjadi, pemecatanku disampaikan oleh kurir surat yang tidak tahu apa-apa..

Aku  bergumam dalam hati, “ya Allah segini saja hargaku setelah lama jalan bersama PKS”

Sebetulnya aku tidak sentimentil seperti itu tetapi menyayangkan hilangnya adab dan etika..

Partai ini tempat orang halus budi. Tempat orang merasakan cinta dan ukhuwah..

Tetapi karena niat dan motifnya sejak awal salah maka tindakan kasar dan tidak beretika terpaksa..

Sekarang, mereka mulai meneror struktur di bawahnya juga kader agar memutus hubungan denganku..

Tiba-tiba, aku dikeluarkan dari banyak grup whasapp kader. Mereka dilarang mendiskusikan tentang aku..

Ya Allah, Orang-orang kerdil ini mengkudeta partai dakwah..

Sekarang, Apa yang harus aku lakukan? Setelah mereka mengusir aku dari rumah dakwahku?

Dengan sepucuk surat, mereka merampas setengah dari hidupku yang indah bersama dakwah..

Dengan sebuah keputusan mereka merampas persaudaraanku bersama Ikhwah..

Mereka merampas tawa dan tangis, air mata dan darah bersama jama’ah..

Mereka ingin mengambil apa yang telah menjadi cerita di sepanjang jalan kenangan..

Apakah aku akan biarkan mereka mengambil semua kisah ini? Tentu tidak. Aku akan bertahan..

Aku tidak akan pergi, aku tidak akan membiarkan kezaliman ini.. Aku akan bertahan..

Maka ijinkan aku ya Ikhwan, untuk menguji keputusan yang ceroboh dan merusak ukhuwah kita ini..

Ijinkan aku datang kepada negara hukum ini untuk melaporkan sebuah perbuatan melawan hukum..

Bukan untuk apa-apa.. Agar kebenaran kita diskusikan bersama.. Agar kebenaran menjadi milik bersama..

Dan agar aku bisa kembali bersama dakwah. Kembali bersama Ikhwan dan Akhwat berjuang bersama.. Hanya itu..

Partai ini diberi nama “Keadilan”.. Maka keadilan harus ada diantara kita. Jika ia ingin tegak diantara manusia..

Semoga Allah menjaga kita semua dan cukuplah Allah menjadi saksi kita..

Ikhwan, ada yang sulit dijawab dan sulit diceritakan..

Yaitu jika isteri dan anak kita bertanya, “apakah karena abah dipecat, kami tidak bisa ikut tarbiyah lagi?”..

Ini pertanyaan paling mengguncangku kemarin..

Karena kaderisasi dan tarbiyah kita telah menjadi milik keluarga dan anak-anak kita..

Mereka telah membiasakan diri dalam tradisi halaqoh dan tarbiyah..

Tiba-tiba aku tidak lagi di rumah itu.. Maka wajar mereka bertanya apakah masih boleh berada disitu..

Aku mencoba menahan ekspresi.. Aku yakinkan mereka untuk bertahan..

Abang dan kakak yang mulai punya murabbi yang baik.. Mereka tetap harus disana.

Aku dan istriku bertemu di jalan ini.. Suatu hari di bulan Ramadhan di Masjid Arif Rahman Hakim UI, 20 tahun lalu..

Kami keluarga dakwah.. Kami keluarga masa depan..

Tapi setiap perpisahan atau yang menjelangnya pastilah penuh keharuan..

Semoga Allah menjaga kami dalam ukhuwah dan dakwah-Nya.. Aamiin..

Ya Ikhwan, Maafkan aku jika berita-berita ini merepotkan. Tetapi aku tidak memulai semuanya..

Semoga ini hanya sesaat seperti mendung dan gelap menjelang hujan, menyuburkan tanah kita..

Lalu bersemilah dan menjadi indah.. Indah pada waktunya.. Aamiin..

6 Comments

  1. Membaca tulisan ini, berfikir….
    Apa bedanya Bung Fahri dengan yang disebutkan…
    Bung Fahri juga mengumbar kesalahan mereka…
    Ana yakin Bung Fahri lebih tahu masalah ini…..

  2. Abang ku sayang, bukan kah pedang dan senjata apapun tidak akan melukai seorang mujahid.apalagi hanya ungkapan kata kata.akan kah cita cita besar kita kalah oleh segala tipu daya syetan. ingat kekuatan besar akan membuat teman segan dan lawan gentar.berbaik sangkalah pada rencana Allah dan saudara seiman, insyaallah banyak kebaikan untuk kita.begitupun Ikhwan lainnya, kita harus Fathonah di segala Medan juang.salam

  3. Assalamualaikum Warahmatullahi wararakutuh …
    Bang Fahri, saya tidak mengenal bang Fahri secara pribadi, tapi dalam kasus ini saya turut prihatin. Semoga Abang dan keluarga tetap dalam lindungan Allah SWT, diberi kesabaran dan keikhlasan. Aamiin …. Semoga banyak hikmah dibalik semua ini. Tetap semangat dan terus berjuang …..

  4. Rovel Rinaldi on

    Ketika partai berbeda makna dengn jamaah itu yg terjadi….penzholiman…apapun dalil yg di pakai…seolah FH melanggar syariah dan melakukan dosa besar…#lawan kedholiman..

  5. ABDEL HARIS panjaitan on

    Ana, adalah kader yg hampir mirip nasibnya dgn antum, beda kita, ana sdh diluar garis sbg penonton sedangkan antum msh sbg pemain yg dapat kartu merah, penonton tdk enak akhi.. , maka bertahanlah sebab antum adalah bintangnya permainan yg dicoba untuk dimatikan. Insyaallah antum tetap tabah dan tegar… amin, allahu akbar…

Tuliskan komentar Anda..