Agar Kau Tahu…

0

Kami adalah orang-orang pergerakan… Kami bukan pemburu jabatan

Kami adalah prajurit. Itulah cita-cita kami. Kami bukan hamba dunia yang fana ini

Kalau ada yang ingin jabatan ini ambillah, tapi karena ini jabatan publik ada caranya

Jabatan ini bukan milikku pribadi. Aku tak bisa memberimu seperti memberi sepotong roti

Dan aku malu bicara begini, seolah kau tak mengerti. Tapi mengapa kau tak mengerti?

Tentang bicara ku… Kenapa bicara dianggap masalah? Bukankah aku tidak pernah mencuri?

Kalau aku pencuri dan korupsi apakah mungkin aku punya nyali?

Kenapa yang bicara kau persoalkan. Kenapa bukan yang diam?

Jika aku punya banyak cacat apa mungkin aku berani angkat mukaku di depan rakyat?

Kenapa yang bersikap jadi masalah. Kenapa bukan yang tidak punya sikap?

Aku membolak balik konstitusi ku dan ternyata aku dipilih untuk benyanyi!

Kenapa kau sakit hati oleh suaraku yang berusaha mewakili suara-suara hati yang kuwakili?

Kami orang pergerakan…sejak awal kami bergabung dengan barisan para pemberani

Aku pernah melintas malam di jakarta ketika tragedi Trisakti… Seorang diri…

Kami bergabung dengan kaum pergerakan di bawah ancaman dan intimidasi

Kami menggeliat di bawah ruang gelap di antara pengintaian negara dan para preman

Kami pegang kebenaran meski seorang diri. Kami tak peduli.

Sejak awal kami bernyanyi dengan semboyan bahwa mati sebagai saksi, adalah cita-cita kami tertinggi.

Lalu sekarang kenapa banyak yang takut mati?

Untuk kebenaran aku telah tidak peduli… Kebenaran itu harga mati. Sopan santun itu soal rasa

Aku pernah disuruh membela LHI… Karena aku yakin aku jalani. Hari itu aku tidak santun kan?

Orang memaki-maki dan mereka lupa bahwa mereka sedang menghapus dosaku

Orang Lupa bahwa memuji jauh lebih mudah daripada memberi catatan

Dan kritik lebih berisiko daripada basa-basi

Tapi apakah bisa sebuah peradaban berdiri di atas basa-basi?

Telah kutelan semua yang pahit. Telah kujawab semua yang sulit. Telah Kusimpan semua yang sakit.

Di sini kita berteduh bersama saudara… Membangun diri dan membangun keluarga

Dan Semua bermula dari cita-cita.. Kita semua memulai dengan bismillah…

Niat kita akan menjaga barisan… Menjaga shaf kita agar kuat dan mantap

Mari jaga kesucian niat kita karena nanti ia dihisab

Selamat tidur kawan… Jagalah mimpimu agar tetap indah..

Hingga ia menjadi kenyataan kelak
Dari twitter @fahrihamzah, 10/01/16

Tuliskan komentar Anda..