Sambut Hari Ibu, PKS Lampung Kunjungi Protokoler Bung Karno

0

PKSiana, BandarLampung – Dalam rangka menyambut hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember mendatang, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Lampung melaksanakan kegiatan anjang sana kepada wanita – wanita inspiratif untuk menggali peran-peran strategisnya baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara, kemudian menyerap intisari nilai-nilai atas apa yang dikerjakan wanita-wanita inspiratif tersebut kemudian mengimplementasikan nilai-nilai tersebut kepada kehidupan sehari-hari khususnya pada kehidupan kader dan konstituen PKS.

Demikian dikatakan Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Lampung, Tri Sakti Wijayana di sela-sela kunjungan anjangsana di kediaman Wanita Pejuang 45, Cicih Djoewarsih, Sabtu (12/12).

Tri Sakti Wijayana, ketua Bidang Perempuan dan ketahanan Keluarga PKS Lampung menyatakan bahwa agenda anjangsana ke kediaman para wanita inspiratif dalam rangka menyerap nilai-nilai yang menginspirasi dari wanita inspiratif di Provinsi Lampung.“Salah satu wanita inspiratif yang menurut kami patut ditauladani semangat dan inspirasi-inspirasi perjuangannya adalah Ibu Cicih Djoewarsih yang telah banyak telah berkiprah dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia tahun 1945,” kata Tri Sakti.

Dengan usianya yang telah menginjak usia 86 tahun, Cicih Djoewarsih lancer menceritakan kiprah perjuangannya merebut kemerdekaan Indonesia. “Memulai perjuangannya dari usia 14 tahun, Bu Cichi menjadi operator (semacam protokoler) Bung Karno. Bahkan meski beliau adalah wanita, saat itu tak segan Bu Cicih mengangkat senjata dalam perang gerilya melawan penjajah,” lanjut Tri Sakti. “Meski demikian disatu sisi dengan kiprahnya yang menginspirasi dalam perjuangan kemerdekaan, namun disisi yang lain beliau tetap mengutamakan perannya di rumah sebagai istri dan ibu bagi anak-anak beliau,” tambah Tri Sakti,

Sementara itu, dihadapan tujuh orang pengurus BPKK PKS Lampung, Cicih Djoewarsih itu menyampaikan pesan-pesan inspiratifnya bahwa meski wanita dapat mengerjakan pekerjaan yang tak bias dikerjakan oleh laki-laki, atau istri lebih pintar dari suami, lebih mampu dari suami, atau bahkan lebih punya uang dari suami, jangan merasa lebih hebat dari suami, karena suami itu imam nya istri.

“Meski wanita dapat mengerjakan pekerjaan yang tak bias dikerjakan oleh laki-laki, atau istri lebih pintar dari suami, lebih mampu dari suami, atau bahkan lebih punya uang dari suami, jangan merasa lebih hebat dari suami, karena suami itu imamnya istri,” kata salah satu dari  pejuang wanita 45 Lampung yang sering disebut Wirawati Catur Panca ini.

 

 

Berita Selengkapnya!

Tuliskan komentar Anda..