Halaqah Cinta Fahri Hamzah di Sumbawa

0

PKSiana, Cinta yang begitu erat, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan hubungan antara Fahri Hamzah dengan Sumbawa. Terutama dengan kader-kader PKS yang menjadi tulang punggung dakwah dan politik PKS di daerah kelahirannya itu.

Sebagai salah satu rangkaian acara reses Anggota DPR RI tahun 2015, Fahri mengunjungi lokasi pembangunan gedung sekretariat DPD PKS Kab. Sumbawa. Pembangunan gedung tersebut berlokasi di kawasan Bukit Permai Kota Sumbawa Besar.

Diawali dengan penyerahan bantuan dana sebesar Rp. 20 Juta, Fahri berkomitmen untuk membantu pembangunan gedung tersebut hingga selesai. “Gedung sekretariat ini merupakan pondasi bagi kegiatan dakwah dakwah kita,”¬†pesan¬†Fahri.

Selanjutnya Anggota DPR RI yang terkenal vokal itu memberikan taushiyah di hadapan 26 orang pengurus DPD PKS yang hadir. “Kita harus mengawali tarbiyah kita dengan salimul aqidah. Hal ini akan menjadikan kita berani, tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran,” Fahri memulai taushiyahnya.

“Kita harus menjadi kader yang dewasa. Cirinya, jangan mudah lemah, mudah marah-marah dan ngambek. Itu adalah mentalitas kader yang menjadi beban. Kita harus kuat dan sabar. Dakwah ini membutuhkan kader yang mampu memikul beban. Bukannya justru menjadi beban,” lanjut Fahri.

Lebih jauh, Fahri mengungkapkan bahwa DPD PKS Sumbawa merupakan DPD yang paling dinamis dibanding DPD yang lainnya. Aktivitas politik yang begitu hangat terjadi setiap momentum politik seperti pilkada dan pemilu legislatif. Namun kedinamisan tersebut tidak diiringi dengan pesatnya pertumbuhan kader di DPD tersebut.

Terakhir, Fahri menekankan pentingnya bersikap inklusif dalam dakwah. “DPD juga perlu melakukan pendekatan kepada orang-orang tua kita. Banyak sekali para senior kita yang ingin memberikan sumbang saran dan ilmunya kepada para pemuda PKS. Namun saat ini mereka belum menemukan posisi yang tepat di DPD kita,” pungkas Fahri.

Suasana akrab begitu terasa dalam pertemuan tersebut. Kebanggaan tampak jelas di mata para kader PKS ter sebut. Kader yang mereka perjuangkan selalu kembali dan tidak melupakan jasa mereka.

Begitulah Fahri, putra Sumbawa itu telah melanglang buana ke penjuru-penjuru dunia. Namun cinta pada tanah kelahirannya selalu ia ungkapkan dengan penuh kebanggan. Bahwa ia menjadi seorang yang kuat dan keras menyuarakan kebenaran, karena ia adalah orang Sumbawa.

 

“Cinta ‘kan membawamu kembali disini…”

Tuliskan komentar Anda..