Ust Anis Matta “Implementasi Maqoshid Syariah Dalam Koalisi”

0

PKSiana – Ini adalah Ringkasan speech Ust. Anis Matta dalam Konfensyen Ikram KL 25 Okt 2015. Berjudul “Implementasi Maqoshid Syariah Dalam Koalisi”

1. Apa yg disampaiakan syekh Rasyid Gharnouchi (pembicara sebelumnya) tadi itulah yg kami pikirkan sebelum membentuk partai politik 1998. Semua ilmu yg ada dlm maqhosid syariah dan siayah syariah itu yg kami pikirkan.

2. Namun dlm perjalanan ternyata benar apa yg disampaikan syekh Alghazali: ilmi itu ada tiga jenis; nadzori (teori), amali (praktek) dan tajribi(empiris).

3. Transisi demokrasi di Indonesia merupakan efek global demokratisasi pasca runtuhnya uni sovyet. Dimulai dari ex uni sovyet hingga indonesia. Tapi saat itu demokratisasi belum menyentuh timur tengah dan baru terjadi belakang ini.

3. Karena demokratisasi ini proyek Barat, Demokrasi di Indonesia adalah American style.

4. Saat ada gelombang reformasi dan demokratisasi kami menjadi partisipan demokratisasi itu.

5. Setelah reformasi ternyata kami terpaksa ikut dalam aktifitas politik. Dan saat itu kami terlalu kecil. Namun kami ibarat ikan salmon yg perlu arus untuk tumbuh.

5. Saat itu kami ada kesempatan tapi tdk ada kesiapan. Jumlah kami terlalu sedikit. Kesempatan tdk selalu diiringi dg kesiapan. Disini perlu ada seni mengambil kesempatan disaat tdk ada kesiapan.

6. Setelah reformasi, dari 3 parpol tiba2 di Indonesia ada 160 partai baru. Yg boleh ikut pemilu ada 48 dan dari jumlah itu ada 24 partai yg dapat kursi. Karena ukuran kita kecil maka hasilnya kita paling kecil.

8. Diantara semua, partai lama yg punya persyaratan yg punya kesiapan untuk menang pemilu. Sementara kita tdk punya persyaratan untuk menang.

9. Kami datang untuk berpartisipasi dlm perbaikan dan menyemaikan kedamaian dan keadilan tapi orang lain menganggap kita ancaman dan musuh.

10. Setelah kami mempraktekan politik, ternyata politik tdk seindah apa yg kita bayangkan.

11. Kitab fiqh siyasah tidak banyak berbicara masalah kerumitan politik, tdk ada yg membahas impeachment dll. Karena kitab2 tersebut ditulis pada masa kejayaan Islam.

12. Politik ada 2 dimensi, dimensi proses dan domensi tujuan.

13. Semua tujuan politik mulia. Dan karenanya definisi politik dalam islam semua aktiftas mendekatkan manusia menuju apa yg memberikan maslahat kepada manusia dan menjauhkannya dari kerusakan.

14. Semua kekuatan idiologi di dunia memandang negara sbg sumberdaya. Karenanya semua pihak berebut menuju kekuasaan negara. Tentu akan ada kemacetan di tengah jalan menuju tujuan. Ketika itu akan saling sikut dan berebut. Itulah politik.

15. Ingat Yg hijrah ke Madinah 355 orang. Itu modal pembentukan daulah madinah. Jumlah itu hasil kerja selama 13 tahun.

16. Sementara hasil kerja setelah ada negara jumlah pengikut Rasulullah saw bisa dilihat saat haji wada’ yaitu jumlah mrk berlipat ganda dalam waktu kurang dari 10 tahun. 100rb orang lebih.

17. Mungkin karena itu Barat takut kepada islam. Mereka sama dg kita melihat negara sebagai sumberdaya. Kita menjadi pesaing mereka dalam meraih sumberdaya tersebut.

17. Tabiat amal siyasi selalu ada dua hal.. bagaimana mencapai kekuasaan dan bagaimana mempertahankan kekuasaan. Karena itu kita harus punya kemampuan dlm idarotusshira’ selain kemampuan dlm idaratu tahaluf. Kemampuan dalam menejemen konflik dan menegemen koalisi.

18. Pengalaman kami ada tiga tahapan pertumbuhan politik: a. Menjadi bagian dari kekuatan politik nasional,
b. Menjadi arus utama dalam kekuatan politik,
c. Menjadi leader.

19. Pada tahap pertama kita harus menghilangkan permusuhan antara negara dan agama. Agar bisa mengintegrasikan antara agama dan negara.

20. Tahàp kedua bagaimana kita punya riil power. Agar memjadi bagian dari Arus utama politik. Dan erikutnya adalah Bagaimana kita relevan untuk memimpin.

21. Pada setiap tahap ada persoalan sendiri sendiri. Contoh: saat kami mulai tumbuh ada laporan intelijen bahwa kami bagian dari gerakan ekstrim kanan yg membahayakan negara. Karenanya kami harus buka dialog dengan militer tuk membangun trust. Agar mereka tahu siapa kami dan kami tdk seperti yg mereka duga.

22. Ketika kita menjadi bagian dari arus utama orang akan melihat apakah kita bisa menjadi teman atau tidak.

23. Bahwa koalisi maknanya implementasi politik untuk bekerjasama mewujudkan kebaikan dan menghilangkan kerusakan.

24. Dihadapan akan ada dua: kawan dan musuh. Selalu ada dua. Karenanya cari kawan sebanyak banyaknya dan persedikit lawan. Tapi jgn sampai menganggap tdk ada musuh.

25. Koalisi dlm perspektif tsb adalah menciptakan keseimbangan kekuatan. Jgn sampai ada kekuatan yg dominan. Tugas kita menyeimbangkan kekuatan dan menjadi bagian dari kekuatan itu.

26. Untuk tahapan memimpin kami belum punya pengalaman jadi tidak bisa bercerita.

26. Terakhir kita perlu selalu membaca doa Nabi musa saat oposisi dan doa dg nabi sulaiman agar bisa berkuasa. Amiin.

Demikian ringkasan ceramah beliau. Semoga pengalaman memimpin partai dakwah Indonesia bisa menjadi contoh dunia islam. amin

Tuliskan komentar Anda..