Tak Libatkan KPI, DPR Minta Ajang Panasonic Award Dihentikan

0

HanTer, Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidiq meminta kepada penyelenggara Panasonic Award agar segera menghentikan ajang penghargaan tahunan terhadap program-program siaran televisi nasional.

Menurut Mahfudz bahwa komisi I DPR RI yang membidangi masalah penyiaran dan informasi publik memandang jika perhelatan (Panasonic Award) ini punya gengsi karena sudah berlangsung selama belasan tahun dan ada nama besar “Gobel” di balik Panasonic. Namun sangat disesalkan sekali jika menyaksikan nominasi program-program acara yang dihasilkan dan pemenang dalam panasonic award justru mendapatkan kemenangan dari sesuatu hal yang kontroversial. Dimana, dari sekian banyak program yang dinominasikan tersebut justru yang telah mendapat sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena isi tayangannya banyak yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Coba bayangkan ada program YKS yang sudah diberhentikan KPI tapi masuk nominasi. Ada program sinetron 7 Manusia Serigala yang ditegur keras KPI malah jadi pemenang. Lebih konyol lagi program Pesbuker yang pernah diberhentikan sementara oleh KPI juga menjadi pemenang. Maka tak heran bila panasonic award kali ini mendapat reaksi negatif dari masyarakat,” sesal Mahfudz, Minggu (31/5/2015).

Hal ini disampaikan Mahfudz terkait pro kontra pemenang nominasi Panasonic Award di tahun 2015 yang banyak mendapat kritikan publik.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan dengan mengacu kepada survey rating dari AC Nielsen untuk nominasi dan SMS masyarakat untuk penentuan pemenang, Panasonic Award bisa dituduh banyak pihak lebih sebagai agen industri dan pembenaran terhadap selera rendah sebagian masyarakat. Apalagi diketahui penyelenggaraan Panasonic Award itu tidak melibatkan KPI sebagai lembaga yang oleh UU Penyiaran diberikan otoritas penilaian dan pengawasan isi siaran. Dan yang lebih serius penilaian yang dilakukan Panasonic Award ada yang bertabrakan dengan arah serta tujuan penyiaran nasional yang selama ini diatur dalam UU penyiaran.

“Jadi menurut saya, jika Panasonic Award tidak bisa dan tidak mau melakukan perbaikan dalam sistem penilaian dan memperhatikan sungguh-sungguh UU Penyiaran maka sebaiknya Panasonic Award dihentikan saja,” pungkas Mahfudz yang juga Wasekjen PKS ini.

Seperti diketahui, Nominasi yang masuk dalam Panasonic Gobel Awards hampir tiap tahun mungkin akan dipertanyakan sebagian masyarakat, kenapa program yang mereka suka tidak masuk dalam nominasi. Siapa saja yang masuk Nominasi, Panasonic Gobel Awards bekerja sama dengan AC Nielsen untuk melakukannya saringan siapa saja yang berhak masuk.

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..