Suntikan Semangat Kemenangan Aher Di Muswil PKS Banten

0
foto : PKSiana

foto : PKSiana

PKSiana, Serang 11 Oktober 2015 – Aher, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang juga Ketua Bidang Pembinaan Kepala Daerah DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), optimisis partainya menjadi pemenang ke depan.

Menurut dia, jika gelaran empat kali pileg dan tiga kali pilpres sejak era reformasi belum memunculkan PKS sebagai pemenang, maka ke depan harus direbut partai tersebut.

“Kalau pemilu tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014 kita belum menang, maka ke depan harus menang. Ini semua mungkin kalau kita kerja keras,” katanya, disambut pekik Takbir dari ribuan kader partai tersebut, pada Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Provinsi Banten, Ahad (11/10) siang.

Menurut Aher, partainya memiliki semua kompetensi dan modal sosial dalam memenangkan pemilu ke depan, terutama karena militansi dari para kadernya.

“Setidaknya-tidaknya kita harus tiga besar, dan atau minimal porsi suara 10%,” katanya, yang siang itu berbalut busana putih-hitam-emas khas PKS.

Situasi itu dinilai mungkin meski penuh tantangan. Sebab, dengan 10 partai eksis saat ini, memperoleh suara mayoritas itu sangat tidak mudah.

“PDI Perjuangan pun memperoleh 18% tahun 2014 lalu, jadi ini tantangan dan peluang bagi kita dalam meningkatkan suara ke depan,” katanya.

Menurut dia, PKS punya modal karena teruji soliditasnya sehingga suara terjaga. Jika tahun 2009 memiliki 7,9%, lalu berbagai tantangan mendera selepas itu, sehingga diprediksi kolaps pada Pileg 2014 oleh berbagai lembaga survei. Faktanya, partai tersebut memperoleh suara hingga 6% lebih sekaligus mematahkan aneka anggapan minor.

Aher melanjutkan, guna mencapai berbagai targetan di atas, pihaknya mendorong kader agar fasih berbahasa politik termasuk mencuatkan narasi besar kebangsaan.

Hal ini penting karena mayoritas kader berlatar guru dan muballigh, sehingga kerap berada dalam zonanya padahal harus bergerak atraktif.

“Harus atraktif dalam wacanakan isu publik, termasuk atraktif munculkan figur pemimpin publik. Kita pun harus dorong kader murni memimpin karena eranya tepat ketika pilkada serentak malah cenderung kurang diminati,” katanya.

Dia kemudian menegaskan pentingnya ikhtiar sungguh-sungguh terutama ke pengurus baru hasil muswil, sehingga hasilnya bisa melampaui ekspektasi.

“Mari ikhtiar besar dengan tetap serahkan kepada Yang Maha Besar. Hasilnya akan melebihi harapan, contoh saya Pilkada 2009 semula diajukan Wakil Gubernur, tapi malah kemudian jadi Gubernur Jabar dua periode,” katanya di hadapan sekira 2000 kader se-Banten.

Menurut dia, kader partai harus bekerja cerdas dan ikhlas selalu sehingga pemimpin organisasi bisa mencapai tingkatan pimpinan tertinggi di dunia yakni pemimpin publik.

“Maka perkuatlah organisasi, solidkan pengurus. Jika di kecamatan sudah ada, maka kuatkan ranting, buat kapasitasnya memadai dan berkhidmatlah kepada rakyat,” katanya.

Menurut dia, sebagai kader dari partai dakwah, perkuatan organisasi bisa dibawa dalam konsep fastabiqul khairut. Satu sama lain berlomba dalam kebaikan, bersaing memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Sumber : Suf
Sumber foto : Twitter @pksbanten

Tuliskan komentar Anda..