Serentak PKS Jatim Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

0

PKSiana, Surabaya – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Jatim akan menggelar Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK). Perlombaan yang akan digelar serentak di 38 DPD tingkat kabupaten dan Kota di Jatim ini akan dimulai pada tanggal 1-18/6/2017 mendatang.

Berdasarkan penjelasan ketua DPW PKS Provinsi Jatim, Arif Hari Setiawan, latar belakang acara ini bertujuan untuk melanjutkan tradisi pembacaan kitab kuning yang semakin lama semakin memudar.

Padahal, kitab yang biasa diajarkan di pondok pesantren tersebut mengandung berbagai pelajaran penting terkait konsep kehidupan.

“Membaca Kitab Kuning adalah tradisi umat Islam yang mulai tidak banyak diminati. Sehingga, melalui lomba ini, kami ingin menjadi fasilitator yang ingin kembali menghidupkan kebiasaan ini lagi,” kata Arif kepada Surya, Rabu (17/5/2017).

Terlebih, para santri yang dilahirkan dari pesantren, menurut Arif, juga memiliki andil besar dalam pembangunan negara.

“Tradisi pesantren, output-nya luar biasa. Apalagi bagi mereka yang biasa membaca kitab kuning,” lanjutnya.

Tak hanya itu, lomba tersebut juga bertujuan untuk mengokohkan jati diri PKS sebagai partai dakwah yang memiliki kepedulian terhadap pesantren dan pendidikan Islam.

Tahun ini merupakan kali kedua DPW PKS menyelengarakan Lomba Baca Kitab Kuning. Di tahun 2016, antusias masyarakat yang ikut mencapai 1.300 peserta.

Lomba ini hanya diikuti oleh peserta putra dan tercatat sebagai santri pesantren di Jawa Timur. Peserta juga berasal dari pendidikan aliyah atau sederajat dan berusia 17 hingga 25 tahun.

Selain itu, peserta harus mendapatkan rekomendasi dari pondok pesantren bersangkutan serta belum pernah menjuarai LBKK sebelumnya.

Usai penyisihan di 38 kabupaten/kota di Jatim, peserta akan mengikuti babak final pada 16 Juli 2017 di Surabaya.

Mengutip Wikipedia, Kitab kuning, dalam pendidikan agama islam, merujuk kepada kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama islam (diraasah al-islamiyyah) yang diajarkan pada Pondok-pondok Pesantren, mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa arab (`ilmu nahwu dan `ilmu sharf), hadits, tafsir, `ulumul qur’aan, hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan (mu`amalah).

 

 

Sumber : tribunnews

Tuliskan komentar Anda..