REFLEKSI INTERNAL & MAKNA PERJUANGAN (Bagian I)

1

PKSiana, Aceh – Transkrip Taujih Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat bertemu ramah dengan kader dan simpatisan dari 6 DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Barat dan Selatan Aceh, Jumat (20/11/15)

1. Setiap pertemuan kita seperti ini adalah silaturrahim untuk menjemput sunnah dimana di dalamnya ada janji panjang usia dan murah rizki
2. Pertemuan seperti ini juga adalah pertemuan reflektif, untuk membangun memori kolektif bahwa perjalanan kita bukanlah perjalanan yang tidak pendek dan tidak akan pernah pendek
3. Perjalanan kita adalah perjalanan yang telah diawali 15 abad yang lalu dan kita tak tahu kapan akan berakhir
4. “Diantara ar-Rijal (baik lelaki maupun perempuan) dari kaum mukminin, ada yang membenarkan dan ada yang gugur terlebih dahulu dalam perjalanan itu”
5. Dan kita semua ada dalam perjalanan memelihara kesadaran dan orientasi. Karena tidak ada kehidupan pribadi atau individual. Sesungguhnya tangan Allah bersama jamaah.
6. Yang paling penting dari pertemuan seperti ini adalah terciptanya suasana kehangatan. Tidak boleh ada ketegangan. Tidak boleh politik memaksa kita kehilangan keteduhan, kehilangan cinta, kehilangan jiwa dan rahmah.
7. Suasana batin diantara kita jauh lebih penting dari yang lainnya. Dan itu yang harus dijaga. Itu pula yang membuat orang lain cemburu (kepada jamaah ini)
8. Apa gunanya pangkat, jabatan dan kemewahan, tapi kita saling mengintai, memusuhi dan mengancam, saling menjebak, sehingga tidak ada ketenangan dalam hidup
9. Sudah berapa jauh perjalanan kita dalam membangun suatu organisasi yang nantinya insya Allah jadi pilar kemajuan bangsa dan kebangkitan umat?
10. Banyak suka duka yang jadi renungan. Suka duka itu harus menjadi cara kita membesarkan arti, cara kita menceritakan kepada keluarga, sahabat dan saudara kita bahwa perjalanan kita bersama partai ini adalah perjalanan yang indah.
11. Itulah sebabnya kita harus membangun kultur pada diri dan jamaah bahwa organisasi kita ini bukan tempat kepentingan pribadi diperjuangkan
12. Organisasi kita bukanlah tempat kita bertarung secara internal untuk memperebutkan kekuasaan atau mencari nafkah. 13. Sebagaimana dulu KH Ahmad Dahlan berpesan kepada kadernya “Hidup-hidupkanlah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup di dalam Muhammadiyah”
14. Berbicara tentang soliditas, ini manusiawi sekali sifatnya. Soliditas itu jika tidak kita buat, tidak kita usahakan, bisa saja di ujungnya karena serangan orang, karena fitnah, karena goncangan, kita jadi bercerai berai
15. Banyak tantangan kita tapi jika kita solid, insya Allah bisa kita atasi. Karena itulah belajar memaknai perjuangan itu harus terus kita hidupkan. Mudah-mudahan disini tercipta suasana itu, supaya hari demi hari soliditas kita makin mantap
16. Setelah membaca situasi internal, barulah kita membaca keluar (eksternal). Kita harus membangun mindset bahwa soal luar itu soal kecil sebetulnya. Itu hanya soal musim dan bagaimana cara kita membacanya
17. Tapi kemampuan untuk membaca lingkungan dan memenangkannya adalah soal kapasitas internal. Kembali lagi kesana
18. Jangan bergaul dengan orang yang tidak bahagia. Dan pastikan bahwa diri kita adalah orang yang bahagia.
19. Pastikan wajah kita berseri-seri. Tiap pagi dan petang kita berdzikir dan bersyukur kepada Allah karena hidup ini adalah anugerah yang Allah berikan
20. Bersyukur karena kita diberi keluarga, teman dan saudara. Bahagia karena kita diberikan kesempatan untuk berjuang. Kader dakwah tidak boleh ada yang stress.

(Bersambung ke Bagian II : MELIHAT KELUAR DAN MEMBACA PERUBAHAN)

1 Comment

  1. Pingback: MELIHAT KELUAR DAN MEMBACA PERUBAHAN (Bagian II) | PKSiana

Tuliskan komentar Anda..