Rakornas Hasilkan 14 Kesepakatan, Salah Satunya Komitmen PKS di KMP

0

Detik, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat koordinasi nasional selama dua hari di Depok, Jawa Barat. Ada 14 hasil Rakornas yang salah satunya menegaskan posisi PKS di Koalisi Merah Putih dan berjuang di legislatif.

“Mengokohkan peran Koalisi Merah Putih (KMP) guna menghadirkan lembaga legislatif di pusat dan daerah sehingga produktif sebagai penyambung suara rakyat,” ujar Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/1/2016).

Dia menyampaikan sejak awal PKS akan terus berkomitmen. Menurut dia, PKS tak akan menjadi pihak yang memutuskan komitmen itu. Bagi dia, posisi di luar pemerintahan diperlukan untuk menciptakan kondisi yang seimbang dalam iklim demokrasi

“Selama ada yang komit di situ, kami akan terus berkomitmen. Kedua, kita bicara check and balance secara komposisi dan nominal berimbang,” tuturnya.

Meski KMP terindikasi mulai ditinggalkan satu persatu parpol pendukungnya, Sohibul tak mempermalasahkan. Menurutnya, perjuangan bisa dilakukan di legislatif.

“Transformasi struktural itu diimplementasikan dalam pengajuan undang-undang. Dan, kami yakin partai di luar KMP mendukung,” tuturnya.

Selain itu, hasil rakornas yaitu menata serta mengokohkan peran pejabat publik sebagai pelayan, pemberdaya masyarakat agar tercipta partai dakwah yang bersih serta profesional.

Kemudian, hasil lain yaitu PKS akan terus menjalin ukhuwah umat. Salah satunya membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat (ormas) seperti Muhammadiyah serta Nadhlatul Ulama.

“Nanti kita akan koordinasi, komunikasi lagi. Kemarin sudah ke Muhammadiyah, nanti ke NU. Ini untuk mengokohkan terwujudnya islam moderat dan modern yang mengokohkan kontribusi Islam,” sebutnya.

Berikut 14 poin hasil kesepakatan Rakornas di Depok 12-13 Januari 2016. Kesepakatan ini ditandatangani oleh setiap perwakilan DPW PKS.

1. Mengokohkan peran kaderisasi bagi pengokohan karakter Bersih, peduli dan profesional.

2. Mewujudkan Tata Kelola Partai yang Transparan, Akuntabel dan Partisipatif khususnya dalam pengelolaan keuangan, organisasi dan administrasi.

3. Menata dan mengokohkan peran pejabat publik partai sebagai pelayan, pemberdaya dan pembela umat dan rakyat bagi terwujudnya reputasi partai dakwah yang Bersih, Peduli dan Profesional.

4. Mengokohkan Peran Kepanduan dan Barisan Tanggap Bencana PKS untuk siap dan selalu waspada dalam melayani rakyat saat bencana dan keadaan darurat wilayah/daerah;

5. Menggulirkan program Pilot Project 1000 pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengokohkan ekonomi umat.

6. Memperkuat dan mengadvokasi peran pekerja, petani dan nelayan sebagai modal ekonomi, sosial dan politik bangsa

7. Mengokohkan peran sosial partai melalui Pusat Khidmat PKS, Rumah Aspirasi hingga Rumah Keluarga Indonesia yang melayani dan mengadvokasi rakyat.

8. Mengokohkan peran partai sebagai jembatan ukhuwah umat bagi terwujudnya lslam moderat dan modern yang mengokohkan kontribusi lslam sebagai rahmatan lil álamin.

9. Mendorong pelaku seni budaya untuk menghadirkan produk seni dan budaya yang menginspirasi, mencerdaskan dan membangun mental tangguh bangsa.

10. Menggulirkan Nilal Nilai Ketahanan Keluarga atau “Family mainstreaming” baik secara struktural (perundang-undangan) maupun kultural (bersama seluruh elemen masyarakat) mengantisipasi perkembangan yang kian mengkhawatirkan

11. Memperjuangkan paket Undang-Undang yang mengokohkan Transformasi Struktural Perekomomian Indonesia yang memastikan pertumbuhan ekomomi berkualitas dan menurunkan rasio gini.

12. Mengusulkan Paket Undang-Undang yang menghadirkan demokrasi substansial yang mudah, murah dan menjamin mandat rakyat terlaksana: proporsional tertutup, pembatasan dana kampanye, kampanye yang terbatas dan mengedepankan edukasi politik publik dengan menekan praktek politik uang.

13. Mengadvokasi desa agar berdaya, mandiri dan kuat secara sosial serta memiliki kekuatan religius melalui peran Para Pemuda dan Perempuan Pelopor Desa.

14. Mengokohkan peran Koalisi Merah Putih (KMP) guna menghadiri lembaga legislatif di pusat dan daerah yang bersih dan produktif sebagai penyambung suara rakyat.

 

sumber : detik

Tuliskan komentar Anda..