Posko Pemenangan Calon Gubernur Kepri Diteror Bom

0

PKSiana, Batam – Posko pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) di Batam Centre, diteror bom, Selasa dini hari (1/12). Beruntung, empat botol bom rakitan yang ditemukan di panggung posko itu tidak sempat meledak.

Heru adalah orang pertama menemukan benda menyerupai bom rakitan tersebut. Sekuriti Posko SAH itu mengaku sama sekali tidak curiga atas benda yang ditemukannya.

“Saya curiga ada suara seperti bunyi jam terdengar dari dalam kardus mie instan. Saya pikir isinya cuma sampah nasi bungkus,” kata Heru.

Penasaran atas apa yang dia dengar, Heru kemudian membuka kardus mie instan di atas panggung tersebut. Setelah dibuka, Heru kaget. Ia menemukan empat botol bekas air mineral yang isinya sudah diganti dengan bensin.

“Dalam kardus ada juga saya lihat potongan obat anti nyamuk, sumbu dan potongan-potongan entah barang apa itu,” tutur Heru.

Kaget dengan benda yang bisa mengancam jiwanya itu, Heru kemudian melaporkan temuannya kepada Soerya Respationo. Lalu, Heru melapor juga ke kantor polisi.

Tak berselang lama, tim penjinak bom Gegana Polda Kepri tiba di lokasi. Tim ini kemudian memeriksa semua tempat di sekitar panggung Posko SAH. Kemudian memeriksa isi kardus mie instan yang di dalamnya berisi bom rakitan.

Setelah melakukan pemeriksaan, tim Gegana Polda Kepri lalu membawa benda diduga bom tersebut. Saat proses pemeriksaan berlangsung, Soerya Respationo tiba. Disusul kemudian Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, dan puluhan simpatisan PDIP.

Soerya sempat berbicara serius dengan seorang tim Gegana Polda Kepri. Calon Gubernur dengan nomor urut 2 itu, menyimak laporan yang disampaikan kepadanya.

Seperti yang dikutip oleh haluankepri “Ini merupakan teror kekerasan serta modusnya kuno, tidak beradap. Mudah sebenarnya mengetahui pelaku teror ini,” kata Soerya di Posko SAH.

Ia mengatakan, dirinya mengetahui teror bom ini usai menghadiri tabligh akbar sekitar pukul 01.25 WIB.

“Kita serahkan kasus teror bom ini ke polisi, agar secepatnya bisa mengungkap dan menangkap pelakunya,” ujar Soerya.

Soerya mengatakan, pihaknya cukup sering menerima ancaman selama masa kapanye berlangsung. Mulai dari kloning nomor hanphone melalui pesan singkat,  penyebaran fitnah, intimidasi dan tindak kekerasan lainnya.

“Kita menyimpulkan ‘gerakan’ itu semua terstruktur dan masif.  Dan kalau boleh agak keras bicara ini jelas dilakukan oleh kelompok pengecut, kelompok bukan petarung ,” ucap mantan Wakil Gubernur Kepri itu.

Soerya meminta semua pihak bisa menahan diri. Pesta demokrasi, kata dia, tidak boleh diciderai oleh perbuatan tidak baik, apalagi keji.

Sementara itu, Ketua DPRD Batam Nuryanto mengimbau semua tim sukses maupun relawan agar meningkatkan kewaspadaan pascateror bom.

“Adanya teror ini tidak akan menyurutkan kami untuk memenangkan SAH menjadi Gubernur Kepri lima tahun mendatang,” ucapnya.

Nuryanto juga mendesak polisi bisa segera menangkap pelaku teror.

“Supaya Batam tetap aman dan kondusif,” tukasnya. (par)

Tuliskan komentar Anda..