PKS: Narkoba Jauh Lebih Berat

0

Liputan6.com, Jakarta – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang tengah berjalan antara Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, sedang membahas soal penanganan narkoba di Lapas. Dalam kesempatan tersebut, Yasonna  memaparkan bahwa lapas sudah over load atau kelebihan kapasitas.

Lapas yang over load menurut Yasonna dikarenakan sebagian besar tahanan dari kasus narkoba. Alhasil pemaparan Yasonna menimbulkan berbagai interupsi, salah satunya dari anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi.

“Ini tidak main-main. Urusan narkoba jauh lebih berat dari urusan Golkar,” kata Aboe Bakar di ruang rapat Komisi III DPR, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2015).

Sontak interupsi yang dilakukan oleh Aboe Bakar mengundang gelak tawa para peserta RDP. Mengingat pada RDP sebelumnya, mengagendakan pembahasan kisruh kepengurusan Partai Golkar setelah Yasonna mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengesahan Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono.

Aboe Bakar menambahkan, kondisi petugas lapas sangat memprihatinkan. Menurut dia, petugas lapas tidak mampu membendung serangan para mafia narkoba yang menggunakan teknologi sebegitu canggihnya.

“Kalau ke lapas melihat petugas disana itu wajahnya penuh beban dan kelelahan. Tidak mampu mereka melawan teknologi telepon satelit yang digunakan para mafia,” ujar dia.

Dalam rapat tersebut Yasonna mengungkapkan, bahwa pecandu atau pengguna narkoba harus menjalani perawatan. Kemenkumham juga tengah mengajukan BPJS untuk para pecandu narkoba agar berjalan seiringan dengan rehabilitasi.

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..