Pilih Hewan Kurban Sehat dan Berlabel

0

PKSiana, Padang – Hari Raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengatakan jika Padang siap untuk menyuplai herwan kurban.

Dikatakan Walikota, menjelang pelaksanaan kurban, seluruh pengurus masjid dan mushalla agar selektif dalam memilih hewan kurban.

“Pengurus masjid dan mushalla agar memeriksa hewan kurban sehat dan berlabel,” tutur Mahyeldi saat berkunjung ke rumah hewan milik Poppy Irawan di Balai Baru, Kuranji, Selasa (22/9).

Ditambahkan Walikota, untuk mengetahui kesehatan hewan kurban, ada sejumlah syarat. Sapi yang sehat dan layak untuk dikonsumsi terlebih dahulu melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter.

“Apabila hewan kurban tersebut sehat dan layak untuk disembelih dan dikonsumsi akan diberi label,” kata Wako didampingi Kadispertanakbunhut Heryanto Rustam usai memberi label kepada hewan kurban.

Seperti diketetahui, dalam kurban kali ini jumlah hewan kurban sedikit mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ini sebanyak 6.100 sapi dan 700 kambing disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kurban bagi masjid dan mushalla.

Apresiasi Rumah Hewan.

Dalam kunjungan ke rumah hewan milik Poppy Irawan itu, Walikota Padang cukup mengapresiasi usaha yang dilakukan anak muda tersebut. Wako sangat berharap usaha yang dilakukan Poppy Irawan ini menjadi inspirasi bagi sarjana yang ada di Kota Padang.

“Ini hal luar biasa dengan usaha yang dilakukan Poppy ini,” kata Mahyeldi.

Poppy saat diwawancarai mengatakan, untuk menggemukkan sapi itu cukup banyak usaha yang dilakukannya. Dua makanan khusus disiapkan setiap hari, yakni konsentrat dan jerami. Konsentrat tersebut terdiri dari limbah sawit, sagu, ampas tahu, tetes dan probiotik. Pemberian konsentrat dilakukan sesuai dengan bibit badan sapi tersebut.

“Dengan pemberian konsentrat ini pertumbuhan fisik sapi akan terus bertambah 1,2 kilogram perhari,” katanya.

Sedangkan untuk pakan berupa jerami, Poppy mengamoniasi jerami padi tersebut selama tiga minggu untuk kemudian diberikan kepada hewan. Jerami diberikan kepada hewan sebanyak 10 persen dari bobot badan hewan perharinya.

“Makanan berupa konsentrat dan jerami ini diberikan selang seling setiap harinya. Pada pagi hari diberikan konsentrat, siangnya jerami dan sekitar pukul dua siang kembali diberikan konsentrat. Pada menjelang maghrib kembali dipasok dengan jerami,” sebut lelaki jebolan Universitas Padjajaran jurusan Hubungan Internasional ini.

Hebatnya di rumah hewan milik Poppy tersebut seratus ekor sapi simental berada di kandang miliknya. Bobot sapi simental terberat yakni 900 kilogram. Bobot sapi simental berusia satu setengah tahun itu berkat diberi pakan berupa konsentrat dan jerami.(Charlie / Mursalim / Bus / David / Faisal)

 

 

sumber : Humas dan Protokol Padang

Tuliskan komentar Anda..