Picu Konflik, Wacana TNI Jadi Penyidik KPK Ditolak Komisi I DPR

0

Merdeka.com, Jakarta – Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq menilai keliru wacana TNI diperbantukan sebagai penyidik Komisi Pemberantasan┬áKorupsi (KPK). Dia beralasan tak ada peraturan perundang-undangan dapat digunakan sebagai landasan jika TNI terlibat dalam lembaga penegak hukum.

“TNI sesuai Undang Undang bukan lembaga penegak hukum dan tupoksinya bukan di bidang penegakan hukum. Jadi, keliru besar jika KPK meminta penyidik dari TNI. Juga sama keliru jika TNI menawarkan atau memenuhi permintaan KPK,” kata Mahfudz saat dihubungi, Kamis (7/5).

Dia menyatakan jika benar nantinya TNI menjadi penyidik di KPK, ini dapat memicu konflik baru. Soalnya, penyidik KPK berasal dari Polri.

“Harus hati-hati jika KPK punya penyidik dari Polri dan TNI, keduanya bisa diadu dan saling tikam. Bisa rusak negara,” simpulnya.

Politikus PKS ini menegaskan akan mempertanyakan wacana tersebut ke Panglima TNI saat rapat kerja mendatang dengan Komisi I DPR.

Diketahui, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen M Fuad Basya mengatakan, TNI siap jika pemerintah dan KPK meminta prajurit TNI sebagai penyidik. Sebab, aparat militer tidak hanya berurusan dengan perang. Fuad melanjutkan, TNI juga memiliki aparat penegak hukum yang mumpuni.

 

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..