Pendapat Nasir Soal Larang Memutar Kaset Mengaji Di Masjid

0

HanTer, Jakarta РAnggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil mengaku mendukung usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) terkait larangan pengurus masjid memutar kaset mengaji.

Meski mendukung, namun Nasir berharap larangan yang tengah dirumuskan DMI tersebut diharapkan tidak termuat mengenai sanksi. “Saya setuju. Tapi tentu saja larangannya jangan bersifat absolut dan disertai sanksi,” ujar Nasir di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Anggota Komisi III DPR itu berpandangan langkah JK tersebut dapat diartikan sebagai ajuran, bukan larangan sepihak. Karena maksud dan tujuan JK bersama DMI adalah, Masjid sebagai pusat ibadah umat muslim dapat dimaksimalkan oleh kaum-kaum muda.

“Maksud JK dengan anjuran itu maka setiap masjid akan mempersiapkan qari atau qariah (pembaca quran). Dengan mempersiapkan hal tersebut diharapkan majelis pengajian para qati dan qariah akan semakin hidup,” terangnya.

“Iya. Selama ini karena mengandal kaset, banyak anak muda yang enggan belajar mengaji dengan irama,” imbuhnya.

Nasir mengaku penggunaan pengeras suara tetap dibutuhkan karena selama ini dinilai tidak mengganggu. “Saran saya DMI segera melakukan kerjasama dengan persatuan/perkumpulan qari dan qariah indonesia untuk melakukan pelatihan kepada kelompok remaja masjid dan santri untuk melakukan kegiatan mengaji dengan irama,” imbaunya.

Sementara itu anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menilai memutar kaset mengaji di Masjid merupakan hal yang lumrah dilakukan pengurus Masjid. “Yang pasti memutar kaset pengajian Al Quran dan Sholawat menjelang Sholat lima waktu di Masjid-masjid adalah syiar yang sudah dimaklumi masyarakat,” ujar Maman.

Pihaknya mengaku memahami maksud JK sebagai Ketua DMI. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpandangan, apabila kualitas suara seseorang dalam melantunkan ayat-ayat Kitap Suci Al Qur’an itu bagus dan dengan durasi yang tidak panjang, maka masyarakat masih dapat mentolelir.

“Seperti yang terwakili pandangan almarhum Romo Mangun, ‘ saya menikmati azan subuh untuk bersama kaum muslim memulai pagi dengan sikap optimis’,” ucap Maman mengutip Romo Mangun.

Dihubungi terpisah Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay mengharap larangan tersebut hendaknya tidak mutlak dilarang sama sekali. Menurutnya mengaji di Masjid tetap dibolehkan asal dilakukan maksimum 10 menit sebelum azan dikumandangkan.

Tujuan mengaji itu sendiri adalah sebagai pengingat akan waktu Shalat yang akan segera dilaksanakan. “Kalau tujuannya untuk mengingatkan, saya kira 10 menit cukup. Kalau dilakukan lebih dari satu jam, ya tentu bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan seperti yang disampaikan JK,” ujar Saleh.

 

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..