Korelasi Positif Antara Anjuran Shalat Tepat Waktu Dengan Pelayanan Polri

0
Foto : www.findonews.com

Foto : www.findonews.com

PKSiana, Jakarta – Masih ingat perbincangan di media sosial dan media utama sekitar tanggal 22 Oktober lalu, gambar yang berisi himbauan Kapolda Sumsel agar jajarannya baik Polisi maupun PNS di lingkungan Polda Sumsel sholat tepat waktu? Tak ayal banyak pujian datang untuk Kapolda. Termasuk juga dari Aa Gym dan tokoh agama lainnya.
Yang membuat makin menarik adalah keluarnya data peringkat pelayanan terhadap publik dari seluruh Kapolda. Dikutip dari findonews.com dan laman Facebook Fanspage findonews, tertulis “Adanya Korelasi Posifif antara Disiplin Shalat Tepat Waktu dengan Prestasi Pelayanan Publik Polda”. Disana disebutkan bahwa Polda Sumatera Selatan meraih skor tertinggi untuk pelayanan publik dibandingkan 32 Polda lainnya. Posisi kedua ditempati Polda Metro Jaya dan posisi ketiga adalah Polda Kalimantan Barat. Sumber datanya, sebut Findonews.com, diambil Buku Indeks Tata Kelola (ITK) POLRI, yang rilis September 2015.

Gambar yang banyak beredar itu memang sangat insipiratif. Karenanya jadi viral karena diperbincangkan netizen dan diulas di media-media utama. Di lembaga pemerintahan, militer dan kepolisian, himbauan ini bukan hal baru. Namun dukungan gambar yang berisi teks yang secara jelas dan tegas serta wajah Kapolda terpampang di dalam poster itu memberi nilai tambah.

Kapolda Sumsel tampak ingin mempertegas himbauannya dengan detail sebagai berikut “Untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan peningkatan kedisplinan para personel POLRI dan pegawai negeri sipil di lingkungan Polda Sumatera Selatan, saya menghimbau untuk menghentikan aktivitas ketika adzan berkumandang untuk kemudian segera melaksanakan sholat berjamaah di masjid dan mushalla terdekat”

Dua fakta diatas yakni disiplin shalat tepat waktu (bahkan berjamaah) dan hasil pelayanan publik yang prima tentu korelasi yang menggembirakan, meski fakta ini tak terlalu mengejutkan.

Di banyak praktek manajemen bisnis modern, makin dikenal dan diterapkan apa yang disebut sebagai Spiritual Governance dan Celestial Management. Intinya : makin dekat dengan Tuhan sebuah perusahaan, makin menerapkan prinsip-prinsip tuntutan agama, maka makin profesional dan produktif perusahaan dan karyawannya. Beda dengan cara pandang manajemen sekuler yang menyebutkan bahwa ibadah agama dan spiritualitas yang tinggi justru menyebabkan kemunduran kinerja.

Faktanya tampak pada Polda Sumsel diatas. Makin giat kegiatan beribadah, makin tepat waktu shalat, bahkan diinstruksikan langsung oleh pimpinan, berdampak positif pada kinerja pelayanan jajaran Polda Sumsel.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut Kapolda Sumsel layak jadi teladan dalam hal peningkatan kedisplinan personilnya. “Langkah pak Kapolda (Sumsel) itu inspiratif sekali. Perlu ditiru pimpinan-pimpinan organisasi lainnya,” kata politisi PKS ini singkat.

Dengan etos kerja yang bersumber dari keyakinan Qurani, ada semacam keterpanggilan yang sangat kuat dari lubuk hatinya, “Aku ini seorang muslim, Aku ini wakil Allah di muka bumi; Apakah pantas bekerja setengah-setengah? Apakah pantas seorang khalifah menunjukkan hasil kerja yang tidak berkualitas? Bila Allah telah berbuat ihsan, mengapa aku tidak mengikutinya untuk berbuat ihsan juga?” Sebagaimana firman-Nya, ”…dan berbuat baiklah (ihsan) sebagaimana Allah telah berbuat baik (ihsan) kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (al-Qashash:77).

 

sumber : findonews.com

Tuliskan komentar Anda..