Kementerian Harus Saling Dukung untuk Ketersediaan Pangan

0

PikiranRakyat, Bandung – Peran penting Kementerian Pertanian dan Bulog dalam peran strategis tanggung jawab ketersediaan pangan tidak dapat berhenti pada cukupnya stok pangan nasional. Masalahnya adalah, produk pangan akan terkonsentrasi pada wilayah-wilayah tertentu di daerah sentra produksi pangan utama seperti beras, jagung dan singkong.

“Tindak lanjut dari kinerja Kementerian Pertanian dan Bulog mesti didukung secara bersamaan pada peran strategis Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan dan Kementrian Kesehatan,” kata anggota DPR Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin, dalam pernyataannya, Senin (18/5/2015).

Andi Akmal, Legislator dari Sulawesi Selatan II ini mengatakan, empat isu utama pada distribusi pangan ini selalu menjadi gangguan utama pada proses distribusi pangan, terutama pada saat puasa dan lebaran. “Impor pangan, Jalan, Armada dan makanan kadaluarsa hampir tiap tahun menjadi isu ritual yang terus-menerus terjadi,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKS ini merinci, pada isu impor pangan dengan beras menjada obyek utamanya, merupakan peran Kementerian Perdagangan sebagai aktor utama dalam mengendalikan tata niaga pangan nasional. “Bahkan pada peran penentuan harga pun, Kementerian Perdagangan bertanggung jawab di setiap daerah di Indonesia, sehingga mereka membuat kebijakan strategis dengan membentuk sebuah tim yang dinamakan tim harga pangan,” ucapnya.

Tim Harga pangan ini di percaya oleh pemerintah akan mampu mengendalikan tata niaga pangan terutama mengendalikan harga. Namun beberapa pihak, termasuk sebagian kalangan legislator masih meragukan efektivitas kinerja tim harga pangan. Sehingga masyarakat perlu bukti kinerja pemerintah pada regulasi pengendalian harga ini beberapa waktu ke depan.

 

 

Berita Selengkapnya !

 

Tuliskan komentar Anda..