Kader PKS Ubah Sampah Jadi Pundi-pundi Uang

0

Republika, Jakarta – Bagi sebagian besar orang, sampah adalah benda yang tidak berharga, namun tidak bagi Nur Hasanah. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bisa mengubah sampah menjadi pundi-pundi uang melalui sistem Bank Sampah.

Atas konsistensinya dalam merawat lingkungan sehingga memberikan keuntingan ekonomi ini, wanita yang akrab disapa Ena itu berhasil mendapatkan “Anugerah Kader Berkhidmat” dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS DKI Jakarta di Hotel Atlet Century, Jakarta, minggu (11/10).

“Semoga dengan adanya PKS Award ini ghiroh (semangat) berkarya untuk bangsa semakin dahsyat lagi. Semoga melalui bank sampah yang sedang dirintis ini dapat membina lingkungan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ujar wanita menjadi Pengurus Pusat Persatuan Ahli Farmasi di Bidang Usaha ini.

Ena menceritakan, ide untuk mendirikan lembaga bisnis bernama Bank Sampah Ta’awun (BST) berangkat dari cita-cita untuk memberdayakan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal.

“Lalu, belasan anak muda yg tergabung dalam komunitas RPM Era Agro Mandiri bersepakat untuk mendirikan Bank Sampah Ta’awun (BST) Jakarta,” jelasnya.

Untuk dapat mengumpulkan sampah guna diubah menjadi barang-barang produktif, BST melakukan program Road Show Gerakan Pilah Sampah (GPS) dengan cara mendirikan Unit Pilah Sampah (UPS).

Pihaknya mengakui tidak membeda-bedakan untuk menyambangi kelompok-kelompok sosial masyarakat lintas agama dan etnis, baik ke setiap kampung, sekolah, kompleks, hingga ke komunitas untuk dapat bersinergi.

“Respon dan aksi masyarakat tentu beragam. Namun, secara gagasan, mayoritas mereka setuju bahwa warga DKI Jakarta perlu bersinergi dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Ena berharap di tahun yang ke-2 ini, BST mampu mendorong  kerja-kerja pemberdayaan  masyarakat menjadi lebih sistemik, terukur dan terencana.

“Setiap 1 orang supervisor BST akan ditugaskan untuk  mendampingi dan melakukan skill-up  maksimal 7 Unit Pilah Sampah (UPS) dengan jarak lokasi yg saling berdekatan di suatu kawasan,” ujar Wakil Ketua Bulan Sabit Merah Cabang Jakarta Barat ini.

 

 

Berita Selengkapnya!

Tuliskan komentar Anda..