Hidayat Nur Wahid: PKS Asli Indonesia

0

PKSiana, Metro – Pertanyaan yang sering terlontar tentang posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam belantika politik Indonesia, misalnya yang terkait dengan apakah PKS ini adalah partai sesat, bukan asli Indonesia dan sebagainya sesungguhnya telah selesai dan terjawab secara clear dalam berbagai kesempatan.

Dikesempatan yang kesekian kalinya, atas pertanyaan tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dalam agenda Sosialisasi 4 (Empat) Pilar MPR RI tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Aula Gedung Wanita Metro, Jum’at (13/11) menyampaikan bahwa PKS lahir dari rahim Indonesia. PKS hadir di Indonesia sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“PKS kadang disebut dengan Wahabi, padahal kita tahu Kyai Haji Wahab Hasbullah adalah pendiri NU. Kalau demikian PKS memang pendukung Kyai Wahab, atau bahasa arabnya Wahaby dan akhirnya juga mendukung Nahdhatul Ulama.,” kata Hidayat yang akrab di panggil HNW.

“Atau jika wahabi diartikan terkait dan mengarah ke Arab Saudi, maka di sana tidak ada partai dan bagi Arab Saudi, partai termasuk bid’ah. Dalam sumber yang ada disebut-sebut jika bid’ah akan ke neraka. Maka jika pks adalah partai yang disebut bid’ah maka  tentu masuk neraka”, jelas HNW

“Bahasa mudahnya ngapain kita berjuang untuk membangun, merawat serta berkhidmat untuk Indonesia melalui Partai namun ujungnya harus ke neraka, tentu kita tidak mau demikian”. Lebih lanjut, “ngapain PKS ikut pilkada kemudian mengusung pak Abdul Hakim dan Mas Muchlido di Metro, jika ujungnya juga harus masuk neraka, tentu kita tidak ingin seperti ini.” Tegas Wakil Ketua Majelis Syuro PKS.

Jika hari ini masih ada pihak-pihak yang mendeskreditkan demikian saya pikir sudah tidak relevan dan pihak tersebut harus mengkoreksi. “Sebab jika terus dilanjutkan maka akan timbul fitnah dan hal ini dapat dipidana,” tegasnya lagi.

Hidayatpun berharap jika pada proses pilkada yang berlangsung serentak ini pada akhirnya tidak sampai memunculkan orang-orang terpidana karena melakukan fitnah dan black campaign.

 

 

Berita Selengkapnya!

Tuliskan komentar Anda..