Gubernur Sumbar Makan Sahur di Rumah Keluarga Sederhana

0

Obsessionnews, Padang – Masrizal, salah seorang warga Kampung Tampat Durian, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat kaget sekaligus gembira. Ia tidak menyangka dikunjungi orang nomor satu di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Bahkan, Gubernur bersama rombongan antara lain Walikota Padang, Emzarmi, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ekal Lusti serta Camat Kuranji Salisma makan sahur bersama dengan keluarga yang dikaruniai tiga anak itu.

Dalam rumah rumah berlantai tanah berukuran 7 kali 8 meter, kelurga bersahaja itu menghabiskan waktu santap sahur bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama rombongan singgah sahur Pemko Padang, meskipun sederhana dengan duduk bersila di teras rumah yang sangat sempit.

Singgah Sahur Pemerintah Kota Padang sudah menjadi program rutin sejak Ramadhan 1435 Hijriah. Namun, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan singgah sahur sebelumnya. Singgah sahur Minggu (5/7) dini hari dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang sengaja menyempatkan diri untuk melihat kondisi warga.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan singgah sahur bukan sekedar program mengunjungi masyarakat, melainkan juga menyalurkan bantuan berupa bedah rumah dengan nilai Rp20 juta, beserta sejumlah bantuan lain seperti uang bea siswa sekolah dan permodalan usaha.

“Kunjungan tim ini bukan sekedar membawa makan sahur untuk dimakan bersama-sama. Tim membawa bantuan berupa bedah rumah. Ada juga bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Dinas Sosial, yang diberikan untuk istri pak Masrizal ini,” kata Irwan Prayitno.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Padang Emzalmi mengatakan, program bedah rumah telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Sejak program berjalan sudah 600 unit rumah warga yang diperbaiki yang tersebar di sejumlah Kecamatan.

Tahun ini Pemerintah Kota Padang menargetkan program bedah rumah untuk 1000 unit yang tidak layak huni dan dilakukan secara bertahap.

“Kriteria tempat tinggal warga yang dibantu diperbaiki yakni rumah yang tidak layak ditinggali secara teknis maupun kesehatan, seperti lantai masih tanah dan dinding dari papan seadanya. Tahun ini kita akan bedah seribu rumah bertahap. Sampai 2019 program ini tetap dijalankan, hingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” ujar Emzalmi.

Sementara itu, pasangan suami isteri itu mengaku terkejut dikunjungi Gubernur Sumbar bersama Wakil Walikota Padang Emzalmi beserta rombongan singgah sahur Pemko Padang, mengingat sebelumnya keluarga itu tidak mendapat pemberitahuan secara lisan maupun tulisan akan dikunjungi orang nomor satu di Sumbar. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan isterinya Evayanti sebagai pedagang keripik, tidak mampu berucap banyak selain melontarkan kata senang dan bahagia, karena ternyata masih ada perhatian pemerintah terhadap warganya yang hidup dalam kondisi susah.

“Terkejut, kaget. Tiba-tiba datang Pak Gubernur. Alhadullilah ada bantuan bedah rumah ini. Saya hanya tukang, kadang dapat kerjaan, kadang liburnya panjang. Bagi saya mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah susah, apalagi ada kebutuhan untuk anak juga,” ujar Masrizal.

 

 

Berita Selengkapnya!

Tuliskan komentar Anda..