Gubernur Jabar Aher: Pemasok Beras Palsu Harus Dihukum Berat

0

Sindo, Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan geram atas beredarnya beras plastik (sintetis) di Jawa Barat. Bahkan Gubernur meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus per edaran beras plastik itu. Menurut Aher, beras palsu merupakan kejahatan pangan yang sangat membahayakan kesehatan masyarakat sehingga pemasoknya harus dihukum berat.

“Tentunya harus diusut. Ini kejahatan di bidang pangan, ini bahaya. Bayangkan kalau kita mengkonsumsi plastik kan bahaya bagi kesehatan,” kata Aher kepada wartawan seusai memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Gedung Sate, kemarin. Pengusutan sampai tuntas itu ditegaskan Aher cukup penting dilakukan penegak hukum demi melindungi masyarakat.

Sehingga peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi. Apalagi beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. “Ini harus diusut tuntas, jangan sampai kejahatan seperti ini terus terjadi. Mudah-mudahan diusut tuntas dan dihadapkan pada hukum yang berlaku,” ujar Aher. Aherpun telah meminta Dis perindag Jabar segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan, termasuk juga meningkatkan pengawasan.

“Begitu juga dengan pemerintah daerah kabupaten kota, diharapkan bisa lebih meningkatkan pengawasan. Ini sangat penting,” tutur politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Tetapi pengawasan pundikatakan Aher, tidak hanya dilakukan oleh aparat pemerintah saja, tapi juga masyarakat. Ketika menemukan hal-hal mencurigakan terkait peredaran beras ilegal dari Tiongkok itu, masyarakat bisa segera melapor kepada aparat terkait.

“Kami harapkan masyarakat juga bisa melakukan peman tau an di lapangan. Kalau kami sih terbatas personelnya, tapi kalau masyarakat itu kanada di mana mana. Karena itu, masyarakat yang mengetahui itu (beras sin tetis), segera laporkan,” imbau Aher. Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Jabar Dewi Sar tika mengatakan, pihaknya ber sama Badan POM menelusuri pemasok beras plastik di Bekasi.

Barang bukti beras plastik telah disita Dinsindag Kota Bekasi. Toko beras yang menyalurkan beras plastik juga sudah di tutup. “Kami telusuri, siapa yang menyebarkan beras sintesis,” kata Dewi. Menurut dia, sampel beras plastik tersebut akan diteliti di Laboratorium Saraswati, Bogor. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam satu atau dua hari ke depan. Jika terbukti mengandung zat berbahaya, pengedar dan penjual dapat dikenai sanksi berat seusai Undang-Undang Nomor 18/ 2012 tentang Pangan.

 

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..