Fraksi PKS: Jangan Hanya 8 Saja Yang Dievaluasi Tapi, Semua Menteri Harus Dievaluasi

0

HanTer, Jakarta – Anggota DPR Fraksi PKS Nashir Djamil mengatakan bahwa sangat tidak adil jika Jokowi hanya diminta untuk mengevaluasi delapan menterinya yang dianggap kurang memberi kontribusi kepada rakyat. Karena tidak menutup kemungkinan dari yang disebutkan itu sisanya masih juga memiliki kekurangan dalam memberi kontribusi kepada pemerintah.

“Saya pikir bukan hanya delapan saja yang harus dievaluasi tetapi, semua menteri harus dievaluasi,” ujar Nashir , akhir pekan lalu.

Nashir pun menambahkan jika memang adanya reshuffle nanti. Jokowi diharapkan dapat memberikan penilaian secara terbuka dan transparan seperti apa kinerja dari keseluruhan menteri yang ada saat ini. Meskipun sekali lagi itu hak Jokowi sebagai presiden kepada para pembantunya di pemerintahan.

Jokowi tentunya harus dapat memberikan penilaian yang objektif dan bukan subjektif untuk mengevaluasi kerja para menterinya. Karena janji presiden kepada rakyatnya adalah memberikan kesejahteraan. Bila memang tidak sesuai harapan dari Jokowi maka sudah selayak dan sepatutnya diganti,” tutupnya.

Kabarnya, Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet pertengahan bulan Juni atau usai menikahkan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dengan Putri Solo 2009, Selvi Ananda Putri. Pernikahan keduanya dilangsungkan tanggal 11 Juni.

Sebelumnya, Executive Director Para Institute, Ari Nur Cahyo mengatakan jika Menteri pilihan Presiden Jokowi berkualitas KW3 dan tidak sehebat Presiden Indonesia sebelumnya dalam memilih para pembantunya dalam menjalani roda pemerintahan.

Jokowi memilih menteri KW3, kualitasnya kalah dengan menteri era Soeharto, Megawati, dan SBY,” kata Ari, Jumat (24/04/2015).

Ari pun memberikan rapor merah terhadap delapan Menteri Jokowi. Mereka adalah Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pendidikan Tinggi dan Ristek M Nasir dan Kepala Bappenas Adrinof Chaniago.

“Mereka layak dicopot Jokowi karena kinerjanya tidak maksimal. Ke delapan menteri ini banyak mendapat sorotan publik,” ujar Ari.

 

Berita Selengkapnya !

 

Tuliskan komentar Anda..