Fraksi PKS Banten Perjuangkan Perda Ketahanan Keluarga

0

PKSiana, Serang – Salah satu agenda Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten, Senin (30/11) kemarin adalah  penetapan Keputusan DPRD tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propperda) 2016. Propperda 2016 terdiri dari 9 Raperda usulan Gubernur dan 10 Raperda usulan DPRD.

Anggota Badan Legislatif Daerah (Balegda) Tuti Elfita mengatakan, salah satu Raperda usulan DPRD adalah tentang Ketahanan Keluarga yang sempat mendapat penolakan dari sebagian Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) karena dianggap belum prioritas.

“Namun setelah kami jelaskan, Alhamdulillah menjelang penandatanganan kesepakatan Propperda oleh Kepala Biro Hukum Sekda Banten dan Ketua Bapperda DPRD Provinsi Banten, tepatnya pada hari Jumat 27 November 2015, usulan Raperda ini dapat dimasukkan kembali setelah dalam pembahasan rapat Bapperda sebelumnya sempat dihapus,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Seperti yang dikutip oleh pks.or.id, Menurut Tuti, usulan Raperda Ketahanan Keluarga ini telah melalui jalan yang panjang. Diawali ketika membahas Raperda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak terhadap Korban Kekerasan akhir tahun 2014 lalu.

“Saat itu, Anggota Fraksi PKS yang ada di pansus sudah mulai mensosialisasikan bahwa Raperda yang perlu diusulkan di tahun berikutnya adalah tentang Ketahanan Keluarga, karena masih banyak permasalahan dalam keluarga yang belum bisa termuat dalam Perda sebelumnya,” ujar Tuti.

Sebenarnya, masih menurut Tuti, usulan tentang perlunya Raperda Ketahanan Keluarga ini juga telah disampaikan ketika pembacaan kata akhir Fraksi PKS untuk Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak terhadap Korban Kekerasan yang telah disahkan beberapa waktu yang lalu.

“Akhirnya dengan berbagai upaya sosialisasi dan komunikasi politik terus berlanjut baik dalam rapat-rapat pembahasan Propperda maupun dalam komunikasi informal untuk mendapatkan dukungan khususnya oleh anggota dewan perempuan. Alhamdulillah akhirnya Raperda ini mendapatkan dukungan khususnya dari anggota dewan perempuan,” pungkas Tuti.

Tuliskan komentar Anda..