Fahri Hamzah: Myanmar Tidak Layak Jadi Anggota ASEAN

0

Kompas, Jakarta — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan agar Myanmar dikeluarkan dari keanggotaan ASEAN. Pembantaian dan pengusiran entis Rohingya dari Myanmar yang membuat mereka terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya, kata Fahri, membuat negara itu tidak layak untuk dijadikan anggota ASEAN.

“Jadi, kita itu sebagai orang ASEAN lihat Myanmar belum layak jadi anggota ASEAN. Sudah dibantu seperti apa pun masa concern-nya enggak tinggi,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Fahri mendorong Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam melihat tindakan yang dilakukan Pemerintah Myanmar. Dia menyarankan pemerintah segera membuat payung hukum baru yang mengatur mengenai pencari suaka ini. Payung hukum itu bisa dibentuk dengan cepat apabila Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan presiden (keppres).

“Yang namanya pencari suaka itu cara atasinya beda dengantrafficking atau migran. Pencari suaka harus ditangani secara khusus. Mereka itu cari perlindungan kepada kita,” ucap Fahri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meyakini Indonesia adalah negara yang besar dan luas sehingga tidak akan mengalami kesulitan apabila membantu menampung ribuan warga Rohingnya. Sebaliknya, Fahri meyakini Indonesia nantinya akan mendapat bantuan pula.

“Itu harus jadi keyakinan. Bila tolong orang susah, kita akan dapat pertolongan dengan berbagai cara. Terima itu, jangan atas dasar enggak punya ketentuan kita mau menolak orang, enggak boleh itu,” ucapnya.

Panglima militer Myanmar, seperti dikutip Antara, mengatakan, sebagian “manusia perahu” yang mendarat di Malaysia dan Indonesia bulan ini diduga berpura-pura sebagai warga Rohingya untuk mendapatkan bantuan PBB. Menurut militer Myanmar, banyak di antaranya pelarian dari Banglades.

Pernyataan tersebut dibuat setelah Amerika Serikat mengecam Myanmar atas kegagalannya mengatasi penyebab bencana itu, yang menurut pengamat berakar dari penolakan Myanmar mengakui Rohingya, suku kecil tinggal di Myanmar barat, sebagai warga negara.

Sebagian besar dari 1,1 juta penduduk Rohingya tidak mem

Comments are closed.