Fahri Hamzah: Integritas Legislator Bukan Hasil Kerja Instan

0

PKSiana, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Fahri Hamzah mengatakan bahwa maraknya korupsi, kekerasan di parlemen, penggunaan identitas seperti ijazah palsu, tidak menghadiri rapat-rapat, tidak melakukan kunjungan ke daerah pemilihan dan kurangnya mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok, merupakan indikasi rendahnya integritas pejabat publik.

Hal itu disampaikan pada acara “Seminar Nasional Penegakan Etika Lembaga Perwakilan” yang digelar selama dua hari, 18-19 April 2016, dengan menghadirkan penyampaian materi oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Prof Dr Jimly Asshiddiqie, Prof Ramli Atmasasmita, Prof Dr Bagir Manan, serta Dr Irman Putera Siddin.

Dalam acara seminar ini, ia menyampaikan bahwa seluruh anggota lembaga perwakilan rakyat diikat oleh sistem etika sebagai hal vital dari kekuatan DPR. “Siapa pun yang masuk ke DPR, istilahnya itu, dikurung dalam sistem etika yang sudah kuat,” katanya.

Fahri mengatakan bahwa jantung dari penguatan DPR terletak pada sistem penegakan yang ada di dalam DPR sendiri, sehingga, sistem tersebut harus komprehensif.

“Tetapi apapun, dia juga berkaitan dengan soal-soal lain di luar. DPR atau DPRD menerima apapun yang datang dari luar,” kata dia.

Ia mengatakan, anggota DPR dari awal sudah dididik dan dilatih agar lebih menghayati hidup sebagai pejabat publik.

“Sehingga mereka harus transparan, accountable, harus menghindar dari KKN, harus menegakkan prinsip-prinsip kehidupan yang baik, sehat dan bermoral. Itu bagian dari kehidupan hari-hari dari anggota DPR,” kata Fahri.

Namun, lanjutnya, sistem tersebut tidak dapat berjalan jika ada sistem lain yang bocor, misalnya sistem keuangan politik yang belum diatur secara baik dan sehat.

“Sehingga kalau uang politik belum sehat, ibarat air kotor, penyakit tumbuh di sekitarnya,” tuturnya.

 

Tuliskan komentar Anda..