Fahri Hamzah: Dana Aspirasi Bikin Dewan Jadi Corong Keluhan Rakyat

0

Metrotvnews.com, Jakarta – DPR berharap dana aspirasi Rp20 miliar tidak disalahartikan sebagai ajang bagi-bagi proyek bagi anggota DPR. Dana aspirasi ini bertujuan membuat dewan menjadi corong rakyat dalam pembangunan.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, dewan selama ini hanya bisa ‘gigit jari’ bila ingin meneruskan keluhan konstituennya. Jika mengajukan program di komisi, kadang pemerintah tidak bisa merealisasikannya.

“Anda selama ini sebagai anggota dewan itu memang frustasi. Kalau kita perjuangkan, menterinya langsung pasang kuda-kuda. Dia bilang enggak bisa,” kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Selain sulit dipenuhi karena program usulan tidak beriringan dengan program pemerintah, skema pembiayaan ini dapat membantu pemerintah dalam pembangunan. Sebab sistem ini dapat mengurangi beban pemerintah karena desentralisasi program usulan pembiayaan.

Selama ini, kata Fahri, program pembangunan daerah dan pusat juga sering terputus. Saat direncanakan dan diusulkan dari daerah, program pembangunan tidak jarang dihapus. Apalagi untuk daerah terpencil.

“Ini musrembang (musyawarah perencanaan pembangunan) dari desa, ke kecamatan, ke kabupaten kota, provinsi, giliran di pusat hilang rencananya itu,” kritik politikus PKS ini.

Skema ini sebenarnya sudah dipakai beberapa negara maju seperti Amerika dan Inggris. Sistem penganggaran skema ‘R Mark Budgeting‘ dipakai karena program Pemerintah Pusat kadang tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

“Maksudnya, penyusunan anggaran berdasarkan keperluan langsung masyarakat. Karena itulah masyarakat itu menggunakan anggota dewan sebagai corong, karena selama ini memang tidak dipakai,” terang Wakil Sekretaris Jenderal PKS ini.

 

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..