Fahri Berharap Tidak Ada Pertengkaran Soal Pembebasan Empat WNI di Filipina

0

PKSiana, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap empat WNI yang masih disandera kelompok bersenjata di Filipina segera dibebaskan. Ia bersyukur atas bebasnya 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sebelumnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu berharap pembebasan empat WNI yang masih disandera tidak terjadi lagi saling klaim dan keributan seperti kejadian sebelumnya.

“Ini sudah urusannya bukan soal negara. Tapi soal manusia. Menyelamatkan satu nyawa saja itu sama dengan menyelamatkan seluruh nyawa yang ada. Apa lagi kita menyelamatkan 10 nyawa dan ini masih ada empat yang harus kita selamatkan,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Fahri meminta pemerintah Indonesia membuka komunikasi dan berkooordinasi dengan Filipina terkait pembebasan empat WNI yang masih disandera. Ia kembali mengingatkan tidak terjadi keributan dalam pembebasan itu.

“Jangan biarkan orang bertengkar. Ucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat. Perusahaan kah, yayasankah, perseorangan kah atau swasta. Sekarang mari kita kerja lagi, selamatkan empat WNI itu,” katanya.

Mengenai apakah operasi militer atau tebusan uang yang diminta kelompok bersenjata Filipina, Fahri enggan berkomentar. “Itu teknis karena anda gak bisa bermain publik di sini. Ini soal nyawa yang halus sekali. Kita gak boleh terlalu banyak macam-macam. Jadi pemerintah ambil inisiatif. Kerjakan baik-baik tunjukan bahwa sungguh-sungguh selesaikan masalah ini. Mudah-mudahan nyawa mereka bisa diselamatkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Otoritas Filipina menyebut pelaku penculikan empat WNI pada Jumat (15/6/2016) adalah tujuh pria bersenjata.

Aksi penculikan berawal dari pembajakan dua kapal berbendera Indonesia, di perairan Tawi-Tawi, perbatasan Malaysia -Filipina.

Menurut Juru Bicara Komandan Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan, insiden terjadi pukul 18.30 dan awalnya awak dua kapal itu dikira warga Malaysia. Tujuh pria bersenjata yang mengendarai speedboat kemudian menaiki satu dari dua kapal tersebut, yaitu Kapal Tunda TB Henry. Telah diberitakan bahwa dua kapal yang dibajak membawa total 10 orang ABK WNI. Seorang di antaranya berakhir tertembak, lima orang selamat dan empat orang diculik. (Sumber: Tribunnews)

Tuliskan komentar Anda..