DPRD DIY Fraksi PKS Khawatir Jika Rencana Kenaikkan Harga Gas 3Kg Benar – Benar Diterapkan

0

TribunJogja.com, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meninjau ulang rencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran tiga kilogram, karena dinilai akan memberatkan masyarakat. Selain itu, langkah tersebut tidak menyelesaikan persoalan.

Sebelumnya, Pemda DIY berencana menaikkan HET LPG tiga Kilogram dari Rp14.000 per tabung menjadi Rp15.500. Rencana tersebut juga sudah sesuai kesepakatan sejumlah pihak, antaralain Pemerintah DIY, Pertamina, DPD Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM).

Wakil Ketua I DPRD DIY, Arif Noor Hartanto menyayangkan rencana menaikkan HET, karena konsumen gas melon ini rata-rata adalah kalangan ekonomi menengah ke bawah. Meskipun memang ketika ada kenaikan harga gas 12 kilogram, biasanya banyak yang beralih ke gas tiga kilogram.

Anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Huda Tri Yudiana mengungkapkan, dirinya justeru merasa khawatir jika rencana menaikkan harga gas melon tersebut benar-benar diterapkan. Karena kenaikan harga ini telah menambah beban hidup masyarakat.

Selain itu, lanjut Huda, masyarakat juga sudah bergantung pada gas melon akibat kebijakan pemerintah berupa konversi minyak ke gas. Sedangkan dampak terbesarnya adalah akan memengaruhi terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

“Yang dikhawatirkan adalah adanya efek domino dari kenaikan gas ini. Saya berharap bisa dicari alternatif lain sebelum menaikkan HET gas tiga kilogram,” kata Huda, Minggu (19/4/2015).

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..