Daftar Tunggu Haji di Sultra Meningkat

0

FajarOnline, Kendari – DPR RI bersama Kementerian Agama baru saja menyepakati penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPHI). Kebijakan tersebut pun mendapat sambutan positif dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra, Mohommad Ali Irfan. Saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (23/4), ia menuturkan apa yang disepakati antara dua pihak berwewenang itu adalah hal yang paling ditunggu-tunggu para calon haji (Calhaj) di Indonesia. Jika tahun lalu BPIH ditetapkan 3.219 USD, maka tahun ini sudah turun menjadi 2.717 USD.

“Penurunannya  cukup signifikan sebesar 502 USD, kalau dirupiahkan sekitar tujuh jutaan,” katanya.

Penurunan itu dilakukan karena penghematan biaya atas berbagai item penyelengaaraan haji. “Dari surat edarannya itu saya lihat tiket penerbangan, pemondokan dan biaya tinggal selama ibadah haji yang dikurangi, cuma nominalnya saya belum tahu persis berapa,” jelasnya.

Kakanwil Kemenag Sultra menerangkan, pemotongan biaya itu tidak berlaku pada penyetoran uang muka calon haji. “Tetap Rp 25 juta yang pelunasan setelah mau diberangkatkan itu yang kena hitungan,” terang Ali Irfan.

Mantan auditor Kemenag RI ini menambahakan,  sebagai konsekwensi pengurangan biaya haji itu maka potensi meningkatnya peminat haji  diprediksi akan naik hingga 10 persen dari biasanya. Meski begitu ia memastikan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap jangka waktu menunggu Calhaj tersebut.

Sebab, kabar baik akan tuntasnya rehabilitasi Masjidil Haram sudah mulai berhembus dari pemerintah Saudi Arabia. “Insya Allah tahun depan kuota kita yang pernah dipotong 20 persen ini bisa kembali lagi. Dengan begitu daftar tunggu kita masih tetap 18 tahun,” tutupnya.

Kesyukuran atas kebijakan meringankan beban haji itu juga diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo. Kata dia, apa yang menjadi keluhan para calon jamaah selama ini telah mendapat jawaban pasti dari pemerintah. “Kita apresiasi langkah itu dan memang sudah semestinya karena selama ini kan banyak yang mengeluh apalagi dengan terus meningkatnya biaya hidup,” ungkapnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan agar jangan sampai penurunan biaya itu diikuti pula oleh penurunan kualitas pelayanan kepada jamaah. “Kita harap pelayanan tetap maksimal. Calon haji itu didominasi oleh orang yang sudah lanjut usia sehingga pelayanan harus benar-benar optimal kepada mereka. Jangan lagi ada indikasi korupsi, dan lain sebagainya,” tandasnya.

 

Berita Selengkapnya !

Tuliskan komentar Anda..