APA YANG KALIAN CARI WAHAI PARA PEJUANG?

0

(Catatan Kecil Paska Mukernas IV PKS)

Oleh : Cahyadi Takariawan

foto : Dudi Iskandar/ RPF
Setiap kali aku bertemu ikhwah wilayah dalam pertemuan nasional, hatiku begitu terharu.

Jauh-jauh mereka datang dengan segala pengurbanan. Dari berbagai wilayah yang berjauhan. Meninggalkan keluarga, pekerjaan, bisnis dan segala rutinitas lainnya.

Apa yang kalian cari wahai para pejuang?

Mereka menjalankan amanah sepenuh kesungguhan. Walau harus ada yang ketinggalan pesawat, atau terpaksa delay berjam jam dan terlantar di bandara. Semua tetap ditempuh dengan suka cita.

Datang tanpa bekal materi dan bahkan banyak yang tidak bisa memberi tinggalan bagi kebutuhan keluarga yang di rumah.

Sepenuh tawakal kepada Allah, mereka berangkat memenuhi panggilan tugas dakwah. Subhanallah…..

Apa yang kalian cari wahai para pejuang?

Membayangkan beratnya perjuangan mereka nanti sepulang acara nasional, membawa target untuk dicapai dan amanah program untuk dilaksanakan.

Luar biasa kesetiaan mereka menapaki jalan perjuangan yang penuh onak duri ini.

Apa yang kalian cari wahai para pejuang?

Tanpa terasa air mataku meleleh di pipi….

Merasa ada beban karena tak ada yang bisa kita berikan berupa sedikit bekal untuk meringankan beban mereka. Atau sedikit bekal sekedar untuk membelikan oleh-oleh bagi anak-anak mereka yang menunggu sepenuh rindu.

Ada istri yang setia menanti. Ada suami yang meridhai kepergian sang istri.

Betapa jalan perjuangan telah membuat mereka harus rela dan akrab dengan semua kesulitan rutin seperti ini.

Apa yang kalian cari wahai para pejuang?

Aku seka bulir-bulir air bening di pipiku. Kuteguhkan hati, menatap wajah mereka sebelum pergi, pulang ke wilayah kerja untuk berbakti bagi umat dan negeri.

Aku tatap wajah-wajah teguh itu. Subhanallah…

Apa yang kalian cari wahai para pejuang?

Sungguh bukan kesedihan yang aku rasakan. Namun kebanggaan.

Bukan rasa kasihan yang aku dapatkan. Namun gumpalan harapan.

Teringat pesan Kenabian yang sangat berkesan:

ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه

“Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesusahan, godaan, dan kesedihan, sampai duri yang mengenai kakinya, kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya”.

(Hadits Shahih Riwayat Imam Al Bukhari, dan Muslim).

Rupanya itu yang mereka cari dalam menjalani segala kesulitan dan kelelahan ini. Ampunan Allah. Itu yang mereka cari.

Bukan jabatan atau kedudukan. Bukan harta dan popularitas. Namun keridhaan Allah yang mereka cari.

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

(QS. An Nisa’ : 104).

Semakin tenang hatiku mengingat untaian ayat itu.

Kulepas mereka pergi. Pulang kembali ke wilayah kerja masing-masing untuk menggapai visi dan misi.

Air mataku masih meleleh. Namun aku tersenyum.

Esok pagi mereka mulai melaksanakan kerja besar ini. Membangun negeri dengan segala kesungguhan hati.

Ya Allah ridhai langkah kami.
Jakarta 4 Nopember 2015

Tuliskan komentar Anda..